JAKARTA, ifakta.co – Dugaan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kepanikan di antara penumpang dan kru setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Situasi itu terjadi saat kapal yang membawa 149 orang tersebut berlayar dari Ushuaia, Argentina selatan, menuju Cape Verde di lepas pantai Afrika Barat.
Perjalanan yang dimulai pada 20 Maret itu sejatinya dijadwalkan tiba pada 4 Mei. Namun, rencana tersebut berubah menjadi keadaan darurat medis setelah muncul dugaan penyebaran hantavirus di atas kapal.
Iklan
Sejumlah penumpang kini berada dalam kondisi siaga menyusul laporan adanya korban jiwa dan pasien yang mengalami gejala serius.
Penumpang Bagikan Kondisi di Atas Kapal
Travel blogger asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, menjadi salah satu penumpang yang berada di kapal tersebut.
Ia membagikan video melalui Instagram pada Senin (4/5/2026) dan menggambarkan suasana penuh ketidakpastian yang dirasakan para penumpang.
“Saat ini saya berada di atas MV Hondius, dan apa yang terjadi sekarang sangat nyata bagi kami semua di sini. Kami bukan sekadar cerita, bukan berita. Kami adalah manusia yang punya kehidupan, keluarga, dan yang kami inginkan sekarang hanyalah merasa aman dan bisa pulang,” kata Rosmarin dilansir laman Independent, Selasa (5/5/2026).
Dalam keterangan videonya, Rosmarin juga menegaskan bahwa kondisi pribadinya saat ini baik. Meski begitu, ia tidak menutupi bahwa situasi di kapal tetap menegangkan karena seluruh penumpang harus menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kronologi Korban di Kapal
Peristiwa ini bermula pada 11 April lalu ketika seorang penumpang pria berusia 70 tahun asal Belanda jatuh sakit mendadak. Ia mengalami demam, sakit kepala, sakit perut, dan diare sebelum akhirnya meninggal dunia saat kapal tiba di Pulau St Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan.
Istrinya yang berusia 69 tahun kemudian juga meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di Johannesburg. Korban ketiga adalah seorang warga Jerman yang meninggal dunia di atas kapal pada Sabtu.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan pada Ahad bahwa investigasi masih terus berlangsung.
Lembaga itu melakukan uji laboratorium lanjutan dan penyelidikan epidemiologis untuk memastikan sumber penularan.
WHO juga menyebut virus tersebut sedang diurutkan genomnya agar jenis dan asal infeksinya bisa dipastikan.
Langkah ini penting untuk memahami apakah kasus di kapal tersebut benar-benar berkaitan dengan hantavirus dan bagaimana pola penyebarannya.
(min/my)




