JAKARTA, ifakta.co – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memperketat pengawasan terhadap penumpang internasional. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi masuknya hantavirus ke Indonesia, terutama dari negara yang telah melaporkan kasus.
Kepala BBKK Bandara Soetta, Naning Nugrahini, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat atas laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Laporan tersebut menyebutkan tiga penumpang kapal pesiar meninggal dunia akibat infeksi Hantavirus.
BBKK Soetta memberi perhatian khusus kepada penumpang yang berasal dari empat negara di Benua Amerika, baik melalui penerbangan langsung maupun transit. Keempat negara tersebut adalah Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.
Iklan
“Kami melakukan pengetatan ekstra untuk penerbangan dari negara-negara tersebut. Namun, daftar ini bisa bertambah atau dikoreksi mengikuti perkembangan temuan kasus baru di dunia,” ujar Naning di Tangerang, Rabu (13/5).
Untuk memperkuat pengawasan, otoritas bandara menerapkan sistem deteksi dini berlapis. Setiap penumpang diwajibkan mengisi deklarasi kesehatan melalui aplikasi SATUSEHAT sebelum tiba. Data tersebut digunakan petugas untuk memetakan risiko kesehatan sejak awal.
Setibanya di bandara, penumpang akan menjalani pemindaian suhu tubuh serta observasi visual oleh petugas medis. Jika ditemukan indikasi gejala mencurigakan, penumpang langsung diarahkan ke pemeriksaan lanjutan oleh dokter karantina.
Sistem Evakuasi dan Imbauan Kesehatan
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Bandara Soetta juga menyiapkan jalur evakuasi khusus yang terpisah dari alur penumpang umum. Fasilitas ini dilengkapi kendaraan khusus untuk merujuk pasien dengan penyakit menular guna mencegah kontaminasi selama perjalanan ke rumah sakit.
Selain itu, tersedia akses steril yang dirancang untuk meminimalkan kontak fisik selama proses identifikasi dan penanganan berlangsung.
Naning mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan memperkuat daya tahan tubuh. Ia juga menegaskan bahwa Hantavirus tidak menular antarmanusia seperti penyakit flu.
Penularan virus ini umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan urin, kotoran, atau air liur tikus. Selain itu, risiko juga muncul saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari limbah hewan pengerat.
“Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan daya tahan tubuh tetap prima agar tidak mudah terpapar,” pungkasnya.
(faz/my)




