JAKARTA, ifakta.co – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memastikan hantavirus tidak memiliki potensi menjadi pandemi global seperti Covid-19. Virus tersebut dinilai jarang menular antarmanusia meski tetap tergolong penyakit infeksi serius.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Epidemi dan Kesiapan Pandemi WHO, dr. Maria van Kerkhove, saat menanggapi wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.
Wabah tersebut dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan memaksa hampir 150 penumpang menjalani isolasi.
Iklan
“Ini bukanlah Covid selanjutnya, tetapi ini adalah penyakit infeksius yang serius. Kebanyakan orang tidak akan terekspose oleh ini,” kata Maria van Kerkhove dikutip Associated Press, Kamis (7/5/2026).
WHO Sebut Hantavirus Berbahaya
Maria menjelaskan hantavirus dapat memicu gangguan infeksi saluran pernapasan akut yang berbahaya. Hingga kini, belum tersedia obat khusus untuk menangani virus tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan penanganan medis sejak tahap awal dapat meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Dalam kasus wabah di kapal MV Hondius, WHO mendeteksi penyebaran virus Andes, salah satu spesies hantavirus yang banyak ditemukan di kawasan Amerika Latin, terutama Argentina dan Chile.
Kapal MV Hondius diketahui tengah melakukan pelayaran dari Argentina menuju Antartika dan Atlantik Selatan saat wabah terjadi.
Akibat kondisi tersebut, kapal sempat berhenti di Afrika Selatan guna mengevakuasi sejumlah penumpang yang mengalami gangguan kesehatan.
Penumpang Dievakuasi ke Eropa
Per Rabu (6/5/2026), MV Hondius dilaporkan akan dievakuasi menuju Kepulauan Canaria, Spanyol. Sebelumnya, kapal itu sempat terombang-ambing di wilayah pesisir Tanjung Verde, Afrika Barat.
Sebanyak tiga penumpang telah dievakuasi ke Belanda dan Jerman. Dari jumlah tersebut, dua orang dinyatakan positif hantavirus, sedangkan satu lainnya masih berstatus suspek.
Kementerian Luar Negeri Belanda menyebut dua pasien yang dievakuasi berada dalam kondisi serius.
Sementara satu pasien lainnya diketahui memiliki riwayat kontak erat dengan penumpang yang meninggal dunia akibat hantavirus.
Pemerintah Swiss juga mengonfirmasi seorang mantan penumpang MV Hondius saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Zurich.
Langkah Pencegahan Diperketat
Penumpang tersebut dilaporkan turun di Pulau Saint Helena di Samudra Atlantik sebelum wabah hantavirus terdeteksi di kapal.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana penumpang itu dapat tiba di Swiss maupun negara-negara yang sempat disinggahi selama perjalanan.
Meski tidak menunjukkan gejala, otoritas kesehatan tetap melakukan isolasi sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus lebih lanjut.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memastikan hantavirus tidak memiliki potensi menjadi pandemi global seperti Covid-19. Virus tersebut dinilai jarang menular antarmanusia meski tetap tergolong penyakit infeksi serius.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Epidemi dan Kesiapan Pandemi WHO, dr. Maria van Kerkhove, saat menanggapi wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.
Wabah tersebut dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan memaksa hampir 150 penumpang menjalani isolasi.
“Ini bukanlah Covid selanjutnya, tetapi ini adalah penyakit infeksius yang serius. Kebanyakan orang tidak akan terekspose oleh ini,” kata Maria van Kerkhove dikutip Associated Press, Kamis (7/5/2026).
WHO Sebut Hantavirus Berbahaya
Maria menjelaskan hantavirus dapat memicu gangguan infeksi saluran pernapasan akut yang berbahaya. Hingga kini, belum tersedia obat khusus untuk menangani virus tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan penanganan medis sejak tahap awal dapat meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Dalam kasus wabah di kapal MV Hondius, WHO mendeteksi penyebaran virus Andes, salah satu spesies hantavirus yang banyak ditemukan di kawasan Amerika Latin, terutama Argentina dan Chile.
Kapal MV Hondius diketahui tengah melakukan pelayaran dari Argentina menuju Antartika dan Atlantik Selatan saat wabah terjadi.
Akibat kondisi tersebut, kapal sempat berhenti di Afrika Selatan guna mengevakuasi sejumlah penumpang yang mengalami gangguan kesehatan.
Penumpang Dievakuasi ke Eropa
Per Rabu (6/5/2026), MV Hondius dilaporkan akan dievakuasi menuju Kepulauan Canaria, Spanyol. Sebelumnya, kapal itu sempat terombang-ambing di wilayah pesisir Tanjung Verde, Afrika Barat.
Sebanyak tiga penumpang telah dievakuasi ke Belanda dan Jerman. Dari jumlah tersebut, dua orang dinyatakan positif hantavirus, sedangkan satu lainnya masih berstatus suspek.
Kementerian Luar Negeri Belanda menyebut dua pasien yang dievakuasi berada dalam kondisi serius.
Sementara satu pasien lainnya diketahui memiliki riwayat kontak erat dengan penumpang yang meninggal dunia akibat hantavirus.
Pemerintah Swiss juga mengonfirmasi seorang mantan penumpang MV Hondius saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Zurich.
Penumpang tersebut dilaporkan turun di Pulau Saint Helena di Samudra Atlantik sebelum wabah hantavirus terdeteksi di kapal.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti bagaimana penumpang itu dapat tiba di Swiss maupun negara-negara yang sempat disinggahi selama perjalanan.
Meski tidak menunjukkan gejala, otoritas kesehatan tetap melakukan isolasi sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus lebih lanjut.
(faz/lex)




