JAKARTA, Ifakta.co – Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta bergerak cepat memulihkan kondisi psikologis anak-anak korban kebakaran di Jalan Krendang Barat, Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Petugas memberikan layanan psikososial berupa penyembuhan trauma (trauma healing) kepada 50 anak sesuai kelompok usia mereka.
Sebelumnya, amukan si jago merah menghanguskan 27 rumah tinggal pada Kamis malam, 28 Mei 2026. Bencana ini memaksa 250 jiwa dari 113 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke tempat aman karena kehilangan tempat tinggal.
Iklan
Petugas Mengembalikan Keceriaan Anak di Pengungsian
Para petugas menggelar kegiatan ini di lantai dua Musala Al-Hikmah, lokasi para penyintas mengungsi. Puluhan anak langsung duduk melingkari petugas dengan penuh antusias.
Anak-anak tersebut aktif bernyanyi, menggambar, hingga berebut menjawab kuis ringan seputar cita-cita. Untuk memicu semangat mereka, petugas juga membagikan paket-paket hadiah menarik di akhir acara.
Ketua Sub Kelompok Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Dinsos DKI Jakarta, Ira Ayu Puspita, menegaskan bahwa pihaknya sengaja memilih aktivitas ringan agar anak-anak tidak perlu berpikir berat.
“Kegiatannya seperti bernyanyi bersama. Terus kita ada kuis-kuis yang ringan, menggambar. Intinya memang tidak bertujuan untuk mereka berpikir secara berat gitu ya. Dan itu dibagi sesuai dengan usia-usianya, ada untuk usia SD, ada untuk SMP,” kata Ira Ayu Puspita, Jumat (29/5/2026).
Ayu menambahkan bahwa petugas menentukan durasi kegiatan secara fleksibel demi menyesuaikan situasi dan kondisi nyata di lapangan.
Gulkarmat Pastikan Kebakaran Tidak Memakan Korban
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, membeberkan total kerusakan akibat bencana tersebut.
“Objek yang terdampak, 27 rumah tinggal,” tutur Syaiful.
Saat ini, ratusan warga menempati area musala serta tenda-tenda darurat yang didirikan oleh pemerintah setempat. Meski menghancurkan puluhan rumah, Syaiful memastikan bahwa kebakaran besar ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Pemprov DKI Jakarta bersama para relawan juga terus mengirimkan pasokan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan harian para pengungsi.
(fa/fza)




