JAKARTA, Ifakta.co – Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan pemblokiran total terhadap akses maskapai-maskapai penerbangan milik Iran. Mulai pekan ini, AS melarang maskapai Iran menggunakan tempat pendaratan, fasilitas pengisian bahan bakar, hingga melakukan penjualan tiket di wilayah hukumnya.
Langkah tegas ini keluar di tengah situasi konflik antara Washington dan Teheran yang kembali memanas akibat aksi saling serang dalam beberapa waktu terakhir.
Iklan
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan kebijakan baru tersebut melalui pernyataan resmi di media sosial X pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
Kampanye ‘Kemarahan Ekonomi Lumpuhkan Iran
Bessent menegaskan bahwa sanksi penerbangan ini merupakan bagian dari kelanjutan program Departemen Keuangan AS dalam menekan Teheran. Ia menyebutnya sebagai “kampanye kemarahan ekonomi terhadap rezim Iran”.
Menurut klaim Bessent, tekanan ekonomi dari AS ini sudah memberikan dampak yang sangat signifikan di dalam negeri Iran.
“Tentara-tentara mereka tidak dibayar, polisi tidak melapor untuk bekerja, dan Pulau Kharg ditutup,” tulis Bessent dalam unggahannya.
Sebagai informasi, Pulau Kharg merupakan jantung perekonomian Iran karena menjadi lokasi terminal ekspor minyak mentah utama negara tersebut.
Blokade Laut dan Sanksi Selat Teluk
Selain sektor penerbangan, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi baru terhadap lembaga yang mereka sebut sebagai “Otoritas Selat Teluk (Arab) milik Iran”.
Pemerintah AS memperingatkan seluruh perusahaan internasional dan negara-negara mitra agar tidak mematuhi atau membayar retribusi kepada otoritas tersebut.
- Larangan Tegas : AS melarang keras entitas korporasi membayar tol kepada Iran.
- Modus Penyamaran : Washington memperingatkan agar tidak ada pihak yang menyamarkan pembayaran tol tersebut sebagai bantuan kemanusiaan.
- Blokade Laut : Angkatan Laut AS terus memperketat blokade di sekitar pelabuhan-pelabuhan Iran.
Bessent mengklaim, aksi blokade laut ini berhasil menekan angka ekspor minyak Iran hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tidak akan melonggarkan tekanan ini dalam waktu dekat. Washington hanya akan menghentikan kampanye tekanan ekonomi jika Teheran menunjukkan itikad baik dalam meja perundingan.
“Hanya hasil yang memuaskan dalam negosiasi yang akan mengakhiri penurunan terus-menerus ini,” pungkas Bessent.
(fa/fza)

