JAKARTA, ifakta.co – Jumlah kasus kanker pada kelompok usia muda terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menarik perhatian para peneliti karena banyak pasien berasal dari kalangan yang selama ini dianggap memiliki gaya hidup sehat.
Tidak sedikit penderita rutin berolahraga, menjaga pola makan, bahkan tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga.
Temuan tersebut mendorong para ilmuwan menelusuri faktor lain yang mungkin berperan. Salah satu dugaan yang kini menjadi fokus penelitian ialah percepatan penuaan biologis atau biological aging. Kondisi ini dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap berbagai penyakit, termasuk kanker.
Iklan
Kanker pada Kelompok Usia Muda Terus Bertambah
Profesor Kedokteran Harvard Medical School sekaligus ahli gastroenterologi, dr. Andrew Chan, mengaku mulai melihat perubahan pola pasien sejak sekitar dua dekade lalu. Jika sebelumnya sebagian besar penderita kanker kolorektal berusia di atas 65 tahun, kini semakin banyak pasien berusia di bawah 50 tahun yang datang untuk menjalani pengobatan.
Menurutnya, peningkatan tersebut cukup mengejutkan karena jumlah pasien muda kini meningkat lebih dari dua kali lipat daripada sebelumnya.
Yang membuat kondisi ini semakin menjadi perhatian, banyak pasien tidak memiliki faktor risiko klasik. Sebagian memiliki berat badan ideal, aktif berolahraga, menjalani pola makan sehat, serta tidak mempunyai riwayat kanker dalam keluarga.
Laporan American Cancer Society tahun 2026 juga menunjukkan bahwa meskipun angka kanker kolorektal secara keseluruhan menurun sejak pertengahan 1980-an, kasus pada kelompok usia di bawah 50 tahun justru meningkat rata-rata 2,9 persen setiap tahun. Selain lebih sering muncul, kanker pada usia muda juga cenderung berkembang lebih agresif.
Peneliti Selidiki Hubungan dengan Penuaan Biologis
Untuk memahami penyebab fenomena tersebut, dr. Andrew Chan memimpin proyek penelitian Team PROSPECT yang didukung National Cancer Institute. Penelitian ini melibatkan ilmuwan dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, hingga India.
Tim peneliti mengkaji berbagai kemungkinan penyebab meningkatnya kanker usia muda. Mereka meneliti pengaruh makanan ultra-proses, mikroplastik, bahan kimia forever chemicals, konsumsi alkohol, hingga berbagai faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan tubuh.
Salah satu temuan penting berasal dari penelitian yang oleh ahli epidemiologi kanker Washington University School of Medicine, dr. Yin Cao. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine, timnya menganalisis lebih dari 150.000 sampel darah dari UK Biobank menggunakan sembilan biomarker, termasuk kadar glukosa, kreatinin, protein C-reaktif, dan jumlah sel darah putih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang lahir setelah tahun 1965 memiliki kemungkinan 23 persen lebih tinggi mengalami percepatan penuaan biologis daripada mereka yang lahir pada periode 1950–1954.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa percepatan penuaan biologis berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker saluran pencernaan, dan kanker rahim.
Apa Itu Penuaan Biologis?
Penuaan biologis berbeda dengan usia kronologis. Usia kronologis hanya menunjukkan jumlah tahun sejak seseorang lahir, sedangkan usia biologis menggambarkan kondisi nyata tubuh berdasarkan fungsi organ dan kesehatan sel.
Seseorang dapat memiliki usia kronologis yang masih muda, tetapi mengalami usia biologis yang lebih tua akibat berbagai perubahan di dalam tubuh.
Ketika proses penuaan biologis berlangsung lebih cepat, risiko kerusakan sel, stres oksidatif, peradangan kronis, hingga perubahan DNA ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat membuka peluang munculnya berbagai penyakit, termasuk kanker.
Saat ini para ilmuwan juga mengembangkan metode untuk mengukur usia biologis, salah satunya melalui teknologi epigenetic clock atau jam epigenetik.
Sementara itu, ahli geriatri dr. Luigi Ferrucci menilai pengukuran usia biologis berpotensi menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin pada masa depan. Pemeriksaan tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi seseorang yang mengalami percepatan penuaan sebelum penyakit serius berkembang.
Gaya Hidup Tetap Penting
Meski penuaan biologis menjadi fokus penelitian terbaru, para ahli menegaskan bahwa penyebab meningkatnya kanker usia muda belum sepenuhnya terungkap. Gaya hidup sehat tetap berperan menjaga kesehatan tubuh, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Para peneliti kini juga mengembangkan terapi yang menargetkan proses penuaan sel, termasuk obat untuk menghilangkan sel-sel tua yang rusak dan senyawa yang mampu memperlambat kerusakan akibat penuaan.
Sambil menunggu hasil penelitian lanjutan, para ahli mengingatkan masyarakat agar tetap menjalani pola hidup sehat sekaligus mengikuti skrining kanker sesuai rekomendasi. Untuk kanker kolorektal, misalnya, orang dengan risiko rata-rata dianjurkan mulai menjalani kolonoskopi pada usia 45 tahun. Sementara itu, mereka yang memiliki anggota keluarga inti dengan riwayat kanker kolorektal sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan waktu skrining yang lebih tepat.
Deteksi dini tetap menjadi langkah penting karena peluang keberhasilan pengobatan akan semakin besar ketika kanker terdeteksi pada tahap awal.
(naf/lex)
