Tak Diberangkatkan, Ratusan Calon PMI Minta ke Widya Andescha Uang Dikembalikan

- Jurnalis

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mewakili ratusan orang menjadi korban dari ulah Widya Andescha, saat mengeluhkan nasibnya ke Kuasa Hukum, Suriantama Nasution, yang sampai saat ini belum diberangkatkan. (Foto: dok.Ifakta.co/Za)

Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mewakili ratusan orang menjadi korban dari ulah Widya Andescha, saat mengeluhkan nasibnya ke Kuasa Hukum, Suriantama Nasution, yang sampai saat ini belum diberangkatkan. (Foto: dok.Ifakta.co/Za)

TANGERANG, ifakta.co – Ratusan korban calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sampai sekarang belum diberangkatkan oleh Widya Andescha dari Perusahaan PT Dinasty Insan Mandiri, dan atau PT Tulus Widodo, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja, buka suara.

Mereka meminta uang hingga dokumen pelengkap yang telah disetorkan kepada Widya Andescha, selaku Direktur PT Dinasty Insan Mandiri, dan atau PT Tulus Widodo untuk dikembalikan karena tidak sesuai seperti yang dijanjikan.

Dari ratusan korban ini, ada yang telah menunggu 1 hingga 3 tahun lamanya, namun sampai saat ini tidak diberangkatnya dengan alasan yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Widya Andescha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, selama proses menunggu keberangkatan ini pun, Widya Andescha kerap meminta biaya-biaya tambahan mulai dari biaya medical check up, perpanjangan paspor, hingga pembelian tiket.

Widya Andescha pun kerap berdalih dengan alasan yang tidak jelas jika para korban atau pihak sponsor meminta bukti pengurusan administrasi yang menjadi hak mereka.

Baca juga :  Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Sekjen PWI Pusat Laporkan Oknum Ketua LSM ke Polda Metro Jaya

Seorang calon PMI asal Indramayu, Sirajudin (28), mengatakan bahwa Widya Andescha menjanjikan dirinya akan diberangkatkan ke negara Australia dan bakal bekerja di bagian peternakan.

Menunggu hampir satu tahun, Sirajudin bercerita telah menyetor uang pengurusan dokumen sebesar Rp 75 juta yang telah diterima oleh Widya Andescha.

“Harapan saya ngk muluk-muluk, uang saya dikembalikan oleh Widya Andescha,” katanya kepada wartawan di depan kantor PT Dinasty Insan Mandiri, dan atau PT Tulus Widodo di Tangerang, Kamis (13/6/2024) malam.

Senada diungkap oleh Reski Suryani asal Tulungagung, Jawa Timur. Ia mendaftar sebagai calon PMI melalui perusahaan Widya Andescha pada 2019.

“Saya masuknya dari pusat di Ponorogo dan diarahkan ke perusahaan di Tangerang ini. Sampai sekarang cuma dijanji-janjiin untuk diberangkatkan. Cuma disuruh bayar ini dan itu tapi tidak ada hasilnya sampai sekarang. Saya berharap Widya Andescha segera mengembalikan dokumen saya yang katanya untuk bayar ini dan itu termasuk ijazah yang ditahan, uang saya juga harus dikembalikan,” ujar Reski yang dijanjikan Widya Andescha akan bekerja pabrik di Polandia.

Baca juga :  Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Sekjen PWI Pusat Laporkan Oknum Ketua LSM ke Polda Metro Jaya

Selain itu, Panji, pria asal Indramayu ini juga mengungkapkan, bahwa waktu itu ada tawaran dari Widya Andescha melalui pihak sponsor untuk bekerja di Australia.

Pada Juni 2023, Panji dijanjikan akan berangkat ke Australia pada Agustus 2023, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan.

“Dari Agustus uang yang sudah masuk ke Widya Andescha sudah 60 persen. Cuma sejak Agustus itu sudah banyak minta uang tambahan ini dan itu dengan total Rp 75 juta. Kita kan sudah mundur, dan semua yang dijanjikan tidak ada, jadi saya ingin uang saya dikembalikan,” kata Panji dijanjikan Widya Andescha akan bekerja di pemotongan daging di Australia.

Baca juga :  Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Sekjen PWI Pusat Laporkan Oknum Ketua LSM ke Polda Metro Jaya

Panji yang mengaku uang Rp 75 juta dari hasil gadaikan mobil itu juga masih berharap mau bekerja di luar negeri asalkan perusahaan yang nantinya mengurus keperluan dokumen benar-benar bertanggungjawab, tidak seperti perusahaan milik Widya Andescha ini.

Kemudian, Misbahulum asal Jember mengatakan, bahwa dirinya sejak Covid-19 telah mendaftar melalui PT Tulus Widodo yang sampai sekarang belum berangkat.

“Saya daftar sejak corona pak. Uang yang sudah masuk ke Widya Andescha sudah banyak juga. Untuk beli tiket dan bayar visa berapa kali,” katanya.

Hal sama juga disampaikan Misbahulum. Ia minta Widya Andescha segera mengembalikan uangnya dan Pemerintah juga diminta segera turun untuk menyelesaikan kasus ini.

Berita Terkait

Tegas! Kapolda Riau Ultimatum Bandar Narkoba Masih Berani Bisnis Haram
Polres Jakbar Bongkar Sindikat Penyedia Judi Online Asal Kamboja, Perputaran Uang Tembus Rp200 Miliar
Gerak Cepat Polres Pasuruan Amankan 2 Bersaudara, Diduga Aniaya Korban Hingga MD
Polres Tulungagung Berhasil Ungkap 35 Kasus Kejahatan, 38 Tersangka Diamankan
1 Bulan Jadi DPO, Pelarian Buron Bang Jago yang Rampas Ponsel Sejoli Berakhir di Tangan Polsek Gropet
Polres Ngawi Amankan 3 Oknum Pesilat Terduga Lakukan Pengeroyokan
Untuk Kedua Kalinya, Widya Andescha Mangkir dari Agenda Mediasi
Polsek Cengkareng Ungkap Eksploitasi Anak Bermodus Apartemen

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:16 WIB

Selamat buat Bang Haekal yang dinobatkan sebagai Abang Favorit Jakarta Pusat 2024

Sabtu, 13 Juli 2024 - 19:33 WIB

Dhany Sukma : Pemilihan Abnon Salah Satu Upaya Apresiasi dan Lestarikan Budaya Betawi.

Sabtu, 13 Juli 2024 - 19:24 WIB

Haji Sarmilih.SH Ketua DPD Forkabi Jakbar Buka Musran Kecamatan Kembangan

Jumat, 12 Juli 2024 - 20:37 WIB

Posko Relawan Pemadam Kebakaran Kelurahan Kebon Kosong Resmi Dioperasionalkan

Jumat, 12 Juli 2024 - 20:07 WIB

PHK Sepihak, CRI Diduga Mempekerjakan TKA Tidak Sesuai Peraturan

Minggu, 7 Juli 2024 - 21:06 WIB

Tonil Kampung Ikan Menambah Tontonan Bernuansa Komedi

Minggu, 7 Juli 2024 - 11:36 WIB

Hijaukan Lingkungan Warga Cempaka Putih Tanam Pohon dan Jalan Sehat Bersama

Sabtu, 6 Juli 2024 - 11:42 WIB

Pameran Flora dan Fauna Jakarta 2024 Dihadiri Ribuan orang walau Gerismis

Berita Terbaru

Puluhan guru swasta Kemenag gelar unjuk rasa imbas dari tidak adanya Kouta PPPK. (Foto: Istimewa)

Pendidikan

Imbas Tak Ada Kouta PPPK, Guru Swasta Kemenag Gelar Unjuk Rasa

Minggu, 14 Jul 2024 - 13:25 WIB

PT Ken Raya Indonesia (KRI) usai membuka resmi dan pemotongan tumpeng cabang ketiganya bernama Toko Ken. (Foto: dok.Ifakta.co/Za)

Ekonomi & Bisnis

Grand Opening Toko Ken, Distributor Resmi Kusen Aluminium YKK AP

Minggu, 14 Jul 2024 - 10:21 WIB

Eksplorasi konten lain dari ifakta.co

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca