BANYUMAS, ifakta.co – Peningkatan kebutuhan layanan sanitasi mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas memperkuat infrastruktur pengolahan lumpur tinja. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Fasilitas ini kini memiliki tampungan baru sehingga mampu menampung volume lumpur tinja lebih besar dibandingkan kapasitas sebelumnya.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas telah menyelesaikan pembangunan tampungan tambahan untuk mendukung operasional IPLT. Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan pengolahan yang terus meningkat seiring bertambahnya pemanfaatan layanan sanitasi oleh masyarakat.
Kepala DPU Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut menambah kapasitas tampungan dari sebelumnya 26 meter kubik menjadi 35 meter kubik.
“Semula kita hanya memiliki satu tampungan dengan kapasitas 26 meter kubik. Sekarang dengan bangunan yang baru bisa meningkat sampai 35 meter kubik,” terang Kresnawan dalam unggahan di akun media sosial DPU Banyumas.
Penambahan kapasitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketersediaan layanan pengolahan lumpur tinja. Sebab, fasilitas sanitasi harus mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengolahan yang memadai juga berperan penting dalam menekan risiko pencemaran lingkungan.
Volume Lumpur Tinja Meningkat, Potensi PAD Ikut Berkembang
Kebutuhan pengolahan lumpur tinja di Banyumas menunjukkan tren peningkatan. Salah satu indikatornya terlihat dari volume lumpur tinja yang masuk ke IPLT. Debit harian saat ini bahkan telah melampaui kapasitas desain awal fasilitas tersebut, yakni 26 meter kubik per hari.
Kondisi ini memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan sanitasi. Namun, peningkatan volume juga menghadirkan tantangan bagi pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Banyumas perlu terus memperkuat kapasitas infrastruktur sekaligus menjaga kualitas pelayanan.
Keberadaan IPLT tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Fasilitas ini juga mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Pengelolaan lumpur tinja yang tepat dapat membantu mengurangi risiko pencemaran akibat pembuangan limbah yang tidak memenuhi ketentuan.
Selain itu, pengembangan infrastruktur sanitasi turut mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan demikian, peningkatan kapasitas IPLT memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menambah ruang penampungan.
Di sisi lain, fasilitas tersebut juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Layanan pengolahan lumpur tinja berpotensi menjadi salah satu sumber penerimaan daerah melalui pemanfaatan infrastruktur yang pemerintah kelola.
Capaian pendapatan pada 2026 menunjukkan potensi tersebut. Pemkab Banyumas sebelumnya menetapkan target PAD dari sektor layanan IPLT sebesar Rp315 juta. Namun, realisasi penerimaan justru mencapai Rp373,5 juta.
Angka tersebut melampaui target sekitar 18,6 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa layanan sanitasi tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi daerah.
Ke depan, pemerintah daerah memproyeksikan pengembangan IPLT dapat mendorong peningkatan potensi PAD hingga sekitar Rp500 juta per tahun. Proyeksi tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 58,7 persen dibandingkan target sebelumnya yang sebesar Rp315 juta.
Untuk mencapai sasaran itu, peningkatan kapasitas tampungan perlu berjalan beriringan dengan optimalisasi layanan. Sebab, penambahan infrastruktur saja belum cukup apabila pemerintah tidak mengimbanginya dengan pengelolaan operasional yang efektif.
Melalui pengembangan tersebut, Pemkab Banyumas berharap IPLT mampu menjawab kebutuhan pengolahan lumpur tinja yang terus bertambah. Pemerintah daerah juga mengharapkan fasilitas ini memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
Pada akhirnya, penguatan infrastruktur sanitasi menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan Banyumas. Pemerintah daerah perlu menjaga keseimbangan antara peningkatan pelayanan, perlindungan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan penerimaan daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Banyumas yang lebih bersih, sehat, maju, dan berkelanjutan.
(naf/lex)


























