JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat dalam perdagangan Kamis (5/11/2026) pagi. Indeks tercatat naik 139,28 poin atau 2,83 persen menuju level 5.059, sehingga kembali melewati batas psikologis 5.000.
Penguatan tersebut terjadi ketika sebagian besar saham yang diperdagangkan bergerak di zona hijau. Tercatat 510 saham mengalami kenaikan, sementara 80 saham melemah dan 92 saham tidak mengalami perubahan harga.
Menurut data RTI Business yang tercatat pada pukul 09.13 WIB, IHSG mengawali perdagangan di level 4.998. Sepanjang periode pemantauan tersebut, indeks bergerak dari titik terendah 4.995 sampai titik tertinggi 5.069.
Pergerakan indeks juga diikuti aktivitas transaksi pasar modal. Total volume perdagangan mencapai 4,46 miliar saham dengan nilai Rp1,75 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 202.279 kali.
Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar saham tercatat Rp8.866,599 triliun. Angka tersebut menggambarkan nilai pasar gabungan saham perusahaan yang tercatat di bursa berdasarkan data perdagangan pagi.
Meskipun indeks bergerak naik, sejumlah analis masih mencermati potensi koreksi. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG berpeluang bergerak mendatar atau sideways sepanjang sesi perdagangan.
Menurut Herditya, penguatan indeks tidak langsung menghapus risiko penurunan lanjutan. Ia melihat masih ada ruang koreksi berdasarkan pembacaan pola teknikal indeks.
“Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada wave (v) dari wave [v], dengan area koreksi berikutnya di rentang 4.763-4.807,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Dalam proyeksinya, Herditya menetapkan area support pada level 4.847 dan 4.763. Sementara itu, level resistance berada di kisaran 5.143 serta 5.247.
Pandangan berhati-hati juga disampaikan Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji. Ia menilai pemulihan IHSG berpotensi hanya berlangsung sementara dan belum memastikan pembalikan tren menjadi penguatan berkelanjutan.
Nafan mengaitkan kondisi tersebut dengan indikator teknikal yang masih menunjukkan tekanan negatif serta penurunan volume transaksi.
“Pergerakan IHSG membentuk pola dead cat bounce setelah sebelumnya menunjukkan pola bullish pin bar. Indikator Stochastics K_D dan RSI masih memberikan sinyal negatif, disertai volume perdagangan yang menurun,” ujar Nafan.
Ia memperkirakan level support IHSG berada pada 4.777 dan 4.697, sedangkan resistance pada 5.036 serta 5.116.
Dengan demikian, kenaikan IHSG pada pagi hari merupakan perkembangan perdagangan yang sudah tercatat, sementara perkiraan arah indeks berikutnya merupakan analisis yang masih bergantung pada kondisi pasar.
(may/wal)























