BANYUMAS, ifakta,.co – Setelah hampir tiga pekan tanpa layanan, bus Trans Banyumas kembali membawa penumpang mulai Jumat (18/9). Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan anggaran Rp14 miliar untuk menjaga layanan transportasi massal tersebut tetap berjalan hingga akhir 2026.

Pemkab Banyumas menandai kembalinya layanan dengan doa bersama dan tasyakuran di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (17/9). Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono hadir bersama Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran direksi dan kru Trans Banyumas.

Layanan Trans Banyumas sebelumnya berhenti sementara sejak Minggu (30/8). Pemkab mengambil langkah tersebut untuk mengevaluasi operasional angkutan massal di Kabupaten Banyumas.

Iklan

Kini, pemerintah memastikan layanan kembali berjalan. Dukungan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan operasional.

Sadewo mengatakan pembahasan APBD Perubahan 2026 telah rampung. Evaluasi dari pemerintah provinsi juga sudah selesai sehingga Pemkab dapat melanjutkan persiapan operasional.

“Tadi malam sudah selesai dilakukan evaluasi. Tadi pukul 11.00 sudah dirapatkan dengan dewan (DPRD) dan alhamdulillah selesai,” kata Sadewo seusai acara.

Menurut Sadewo, operasional Trans Banyumas belum mengalami perubahan dari sisi armada. Total tersedia 52 unit bus. Namun, empat unit berfungsi sebagai armada cadangan.

Selain itu, pemerintah belum mengubah jumlah koridor maupun tarif penumpang. Masyarakat masih dapat menggunakan layanan dengan pola operasional seperti sebelum penghentian sementara.

Meski begitu, Pemkab Banyumas akan terus mengevaluasi layanan tersebut. Terlebih, mulai tahun depan pemerintah daerah harus menanggung kebutuhan operasional Trans Banyumas melalui APBD.

Karena itu, Pemkab juga mencari sumber pendapatan tambahan. Salah satu opsi yang muncul ialah pemanfaatan badan bus sebagai ruang iklan atau media branding.

Trans Banyumas Layani Empat Koridor hingga Akhir Tahun

Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, memastikan layanan kembali berjalan normal mulai 18 September hingga 31 Desember 2026.

“Jadi semuanya masih normal sampai akhir tahun ini,” ujar Ipoeng.

Selama periode tersebut, Trans Banyumas tetap mengikuti jadwal operasional yang berlaku. Bus mulai melayani masyarakat pada pukul 04.45 WIB dan berakhir pada pukul 20.30 WIB.

Layanan juga masih mencakup empat koridor. Koridor 1 melayani wilayah Ajibarang. Selanjutnya, Koridor 2 menghubungkan wilayah menuju Baturraden.

Kemudian, Koridor 3 melayani kawasan kota. Sementara itu, Koridor 4 melayani rute Terminal Lama Banyumas.

Dengan pola tersebut, masyarakat dapat kembali menggunakan Trans Banyumas untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kehadiran layanan angkutan massal juga memberi pilihan bagi warga yang membutuhkan transportasi untuk bekerja, sekolah, maupun aktivitas lainnya.

Pemkab Banyumas selanjutnya akan mengevaluasi operasional secara berkala. Pemerintah juga terus membahas sejumlah skema untuk menjaga keberlanjutan layanan ketika kebutuhan anggaran sepenuhnya masuk dalam APBD.

Selain efisiensi operasional, pemerintah melihat peluang pendapatan dari sektor non-tiket. Pemanfaatan ruang pada badan bus sebagai media promosi menjadi salah satu opsi yang tengah mendapat perhatian.

Dengan kembalinya layanan tersebut, Trans Banyumas kembali melayani mobilitas warga setelah sempat berhenti sementara sejak akhir Agustus. Operasional hingga akhir tahun menjadi tahap awal sebelum pemerintah menentukan pola layanan dan pembiayaan untuk periode berikutnya.

(naf/lex)

Iklan