JAKARTA, ifakta.co – Layanan internet satelit Starlink milik SpaceX yang didirikan Elon Musk mulai membuka pemesanan bagi pelanggan di Vietnam. Kehadiran Starlink di negara tersebut semakin memperketat persaingan bisnis layanan internet satelit di kawasan Asia Tenggara.
Informasi mengenai pembukaan pemesanan layanan Starlink di Vietnam tercantum dalam situs resmi Starlink Vietnam. Pelanggan rumah tangga kini dapat melakukan pembayaran deposit untuk memperoleh akses layanan internet residensial.
Starlink menawarkan paket internet rumah tangga dengan harga mulai 1,13 juta dong atau sekitar US$43 per bulan. Selain biaya berlangganan, pelanggan juga harus membeli perangkat keras dengan harga 8,66 juta dong.
Iklan
Sementara itu, Starlink menetapkan tarif berlangganan bulanan bagi pelanggan korporasi mulai dari 1,48 juta dong.
Dengan mulai menerima pesanan pelanggan, Vietnam resmi menjadi negara keenam di Asia Tenggara yang masuk dalam jangkauan layanan internet satelit Starlink.
Sebelumnya, Starlink telah beroperasi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Timor-Leste. Kehadiran Vietnam semakin memperluas jaringan Starlink Asia Tenggara.
Pemerintah Vietnam sebelumnya memberikan izin kepada SpaceX untuk menjalankan layanan Starlink melalui skema uji coba pada Maret 2025.
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah Vietnam juga memberikan pengecualian terhadap ketentuan batas kepemilikan asing yang berlaku bagi layanan tersebut.
Namun, pemerintah tetap membatasi jumlah pelanggan selama masa uji coba. Starlink hanya dapat melayani maksimal 600.000 pelanggan di Vietnam.
Masa uji coba layanan internet satelit Starlink tersebut akan berlangsung hingga akhir 2030.
Untuk menjalankan bisnisnya di Vietnam, SpaceX membentuk entitas lokal bernama Starlink Services Vietnam. Perusahaan itu berdiri pada September 2025 dengan modal dasar mencapai 30 miliar dong atau sekitar US$1,1 juta.
Selain memberikan izin operasional, pemerintah Vietnam juga menyetujui pembangunan empat stasiun gateway darat untuk mendukung layanan Starlink.
Keempat stasiun tersebut akan menjadi bagian penting dari infrastruktur internet satelit Starlink. Infrastruktur itu berfungsi mendukung konektivitas antara jaringan satelit dengan jaringan internet di darat.
Masuknya Starlink di Vietnam berlangsung ketika pemerintah negara tersebut terus memperluas akses internet dan memperkuat infrastruktur digital.
Layanan berbasis satelit menjadi salah satu alternatif untuk menyediakan konektivitas, khususnya bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan internet berbasis kabel maupun seluler.
Dengan potensi pasar yang besar, Vietnam dapat menjadi salah satu wilayah penting dalam strategi ekspansi Starlink Asia Tenggara. Meski demikian, SpaceX tetap harus menjalankan layanan tersebut sesuai ketentuan pemerintah, termasuk pembatasan jumlah pelanggan selama periode uji coba.
(den/jo)



