JAKARTA, ifakta.co – Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengaku tengah berupaya membuka jalur komunikasi dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) guna membantu proses mediasi terkait kasus hukum yang menjerat Wakil Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie.
Grace Natalie sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah pendukung JK bersama Ade Armando dan Permadi Arya. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penghasutan dan ujaran kebencian usai ketiganya menanggapi ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui berbagai platform media sosial.
Ahmad Ali mengatakan dirinya siap menjadi penghubung antara kedua pihak demi mendorong penyelesaian secara damai.
Iklan
“Bisa jadi saya menjadi perantara, jembatan kepada Pak JK untuk berkomunikasi. Saya sedang berupaya juga,” kata Ali saat dihubungi, Kamis (7/5).
Dorong Penyelesaian Kekeluargaan
Ali mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan salah satu orang dekat Jusuf Kalla. Menurutnya, kedua pihak sama-sama memiliki keinginan agar persoalan tersebut tidak semakin meluas ke ranah politik maupun hukum yang berkepanjangan.
“Tadi baru saja saya ditelepon oleh salah satu orang yang dekat dengan beliau untuk mendiskusikan hal ini. Kita sama-sama punya keinginan agar persoalan ini tidak semakin melebar sehingga kita mendorong untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Meski demikian, Ali belum memastikan apakah upaya mediasi itu juga akan mencakup penyelesaian perkara yang melibatkan Ade Armando dan Permadi Arya.
Diketahui, Ade Armando belakangan memutuskan mundur dari PSI. Ia menilai kasus tersebut sudah terlalu jauh menyeret nama partai.
Kedekatan Ahmad Ali dan Jusuf Kalla
Dalam keterangannya, Ahmad Ali juga mengungkap hubungan personalnya yang cukup dekat dengan Jusuf Kalla. Selain memiliki relasi di dunia politik, keduanya juga aktif dalam organisasi Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Ali saat ini menjabat sebagai Ketua DMI Sulawesi Tengah, sedangkan JK merupakan Ketua Umum DMI.
“Saya itu Ketua DPW Dewan Masjid Sulawesi Tengah, Pak JK Ketua Umumnya. Dalam doorstop saya beberapa hari lalu, saya katakan Pak JK ini kakak saya, orang tua saya. Kakak saya di HMI, orang tua saya di Dewan Masjid,” ujar Ali.
Menurutnya, hubungan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya berinisiatif membantu membangun komunikasi agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Di sisi lain, Ahmad Ali menegaskan PSI tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepada Grace Natalie dalam perkara tersebut.
Ia menilai kasus yang menjerat Grace merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak berkaitan dengan tugas maupun kebijakan partai.
“Jadi secara kelembagaan kami pastikan kita tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepartaian karena ini hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi,” kata Ali di Kantor DPP PSI, Selasa (5/5).
Meski demikian, Ali memastikan PSI tidak akan meninggalkan Grace Natalie. Ia menyebut mantan Ketua Umum PSI itu memiliki peran besar dalam perjalanan dan lahirnya partai.
“Sampai kapan pun partai ini tidak akan pernah terlepas dari Mbak Grace, apalagi meninggalkan Mbak Grace. Pasti sekali, karena dia menjadi salah satu orang terpentinglah untuk lahirnya partai ini,” tuturnya.
(wli/wli)




