TANGERANG, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menegaskan komitmennya dalam menangani dampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Rajeg. Selain fokus pada upaya pemadaman, pemerintah daerah juga memastikan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan bagi warga terdampak tetap terpenuhi.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat mendampingi Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono, meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Sabtu (4/7/2026).

Bupati Maesyal mengatakan Pemkab Tangerang telah menyiapkan dua lokasi pengungsian sementara, yakni di Kantor Desa Tanjakan dan Kantor Desa Rajeg Mulya. Pemerintah juga menyediakan tempat tidur, kebutuhan sehari-hari, serta layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Iklan

“Alhamdulillah, seluruh kebutuhan dasar sudah kami siapkan, mulai dari tempat pengungsian, tempat tidur, kebutuhan harian hingga pemeriksaan kesehatan. Dinas Kesehatan bersama Puskesmas tidak hanya siaga di posko, tetapi juga melakukan pelayanan door to door ke rumah-rumah warga,” ujar Maesyal.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 102 warga mengungsi di lokasi yang telah disediakan. Sementara itu, terdapat 22 warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan saat ini mendapatkan penanganan dari Dinas Kesehatan serta Puskesmas setempat.

Menurut Maesyal, Pemkab Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari melalui Surat Keputusan (SK) Bupati sesuai prosedur yang berlaku. Meski demikian, pihaknya berharap penanganan kebakaran dapat diselesaikan lebih cepat.

“Seluruh prosedur tanggap darurat telah kami jalankan sesuai ketentuan. Kami berharap proses pemadaman segera tuntas sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh perangkat daerah bersama unsur TNI, Polri, kementerian terkait, serta berbagai pihak lainnya akan terus bersinergi menindaklanjuti arahan pemerintah pusat agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menjelaskan bahwa proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin memiliki tingkat kesulitan tinggi karena karakteristiknya menyerupai kebakaran lahan gambut.

“Permukaannya mungkin terlihat padam, tetapi di bawah masih terdapat bara api yang sewaktu-waktu dapat menyala kembali. Selain itu, terdapat gas metana (CH4) yang berpotensi menimbulkan ledakan sehingga penanganannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” jelas Diaz.

Untuk mendukung proses penanganan, Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan pemantauan menggunakan drone guna mengidentifikasi titik panas (hotspot). Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan otoritas bandara agar pemantauan udara dapat dilakukan secara berkala.

Selain itu, KLH menyiapkan Mobile Monitoring System guna memantau kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran, sekaligus mengantisipasi dampak pencemaran terhadap kesehatan masyarakat.

Diaz mengungkapkan, upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan yang mengerahkan 30 personel ahli penanganan kebakaran lahan gambut dari Jawa Barat dan Sulawesi.

“Kami juga dibantu personel yang memiliki pengalaman dalam menangani kebakaran gambut, sehingga diharapkan proses pemadaman dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas utama selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Diaz juga mengapresiasi langkah cepat Pemkab Tangerang dalam menyediakan layanan kesehatan bagi warga serta menyiapkan fasilitas pengungsian.

Di akhir kunjungannya, Wamen LH meminta Pemkab Tangerang menjaga lahan seluas lima hektare yang telah dialokasikan untuk pengembangan program Waste to Energy (WTE) agar tidak dialihfungsikan. Menurutnya, lahan tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam pengelolaan sampah menjadi energi.

(sib/lex)

Iklan