JAKARTA, Ifakta.co – Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperkirakan permintaan minyak dunia akan mengalami penurunan tahunan untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 pada 2020.
Dalam laporan pasar minyak bulanan terbarunya, IEA menyebut permintaan minyak global diproyeksikan turun sekitar 1 juta barel per hari pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu melemahnya konsumsi di sejumlah kawasan serta meningkatnya ketidakpastian akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Iklan
IEA menilai konflik antara Israel dan Iran telah memicu gangguan terhadap produksi dan distribusi energi di kawasan, sehingga memperburuk prospek pasar minyak dunia.
Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa dampak penurunan permintaan tidak terjadi secara merata. “Penurunan sangat terkonsentrasi pada jenis produk tertentu dan wilayah tertentu,” tulis IEA dalam laporannya.
Ketegangan di Timur Tengah, termasuk potensi terganggunya jalur ekspor melalui Teluk Persia, terus menjadi perhatian pelaku pasar karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi minyak terbesar di dunia.
Analis menilai perkembangan situasi geopolitik dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga minyak dan stabilitas pasokan energi global.
(fa/fza)


