JAKARTA, ifakta.co – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani optimistis Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mulai difungsikan sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia pada 2028. Keyakinan itu disampaikan usai meninjau langsung perkembangan pembangunan kawasan inti pemerintahan di Kalimantan Timur, Senin (20/4).

Dalam kunjungan tersebut, Muzani bersama jajaran pimpinan MPR melihat progres sejumlah gedung utama dan fasilitas penunjang. Pembangunan yang ditinjau tidak hanya mencakup sektor eksekutif, tetapi juga sarana bagi lembaga legislatif dan yudikatif.

Menurut Muzani, perkembangan itu menunjukkan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke IKN semakin jelas dan terarah.

Iklan

“Artinya, rencana IKN menjadi ibu kota negara dengan pusat pemerintahan, bukan hanya eksekutif, tetapi juga legislatif dan yudikatif, semakin pasti,” ujar Muzani.

Ia berharap target operasional pada 2028 dapat terealisasi sesuai rencana pemerintah.

“Saya berharap 2028 menjadi waktu yang tepat ketika Ibu Kota Nusantara mulai difungsikan sebagai ibu kota Negara Republik Indonesia,” lanjutnya.

Progres Pembangunan Dinilai Signifikan

Muzani mengungkapkan, kunjungan terakhirnya ke IKN dilakukan pada akhir 2024. Dibandingkan dua tahun lalu, ia menilai kemajuan pembangunan saat ini berlangsung cukup pesat.

Sejumlah infrastruktur yang disebut mengalami perkembangan antara lain tempat ibadah, kantor pengelola Otorita IKN, Istana Wakil Presiden, hingga bandara.

“Saya kira itu merupakan sarana yang sangat penting sebagai fasilitas pendukung IKN dan tentu membanggakan bagi kami,” katanya.

Selain infrastruktur dasar, Muzani juga menyebut pembangunan gedung bagi lembaga legislatif dan yudikatif telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan proses pembangunan kedua fasilitas tersebut mulai dijalankan.

“Kami tadi mendapatkan kepastian bahwa legislatif dan yudikatif telah mendapat persetujuan dari presiden, dan sejak sekarang dilakukan proses pembangunannya,” ujarnya.

Gibran Disebut Siapkan Kantor di IKN

Sebelumnya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dikabarkan telah mengirim 50 staf ke IKN untuk mempersiapkan kebutuhan operasional sebelum mulai berkantor di kawasan tersebut.

Informasi itu disampaikan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR pada Senin (30/3). Basuki memperkirakan rencana itu dapat terealisasi dalam tahun ini.

“Saya kira iya, karena sudah ada menugaskan 50 staf ke sana untuk persiapan-persiapannya. Mudah-mudahan akan segera,” kata Basuki.

Ia juga berharap Gibran segera mulai berkantor di IKN, menyusul dirinya yang telah lebih dahulu menetap di sana.

Menurut Basuki, mayoritas kebutuhan penunjang saat ini hampir rampung, mulai dari gedung, rumah dinas, hingga perlengkapan interior.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan tepatnya Gibran akan mulai berkantor di IKN karena kantor wakil presiden masih dalam tahap persiapan.

(min/min)