TANGERANG, ifakta.co – Edi Cahyadinata, selaku Pengurus PGRI Kabupaten Tangerang, menilai bahwa pelaksanaan FLS3N dan O2SN tidak hanya menjadi ajang adu prestasi dan keterampilan siswa, tetapi juga sebagai tolok ukur kompetensi guru dalam membimbing dan melatih peserta didik.Selasa 14 April 2026

Menurutnya, di balik kemeriahan panggung dan gemuruh tepuk tangan, terdapat peran besar guru yang dengan penuh dedikasi menumbuhkan semangat, mengasah bakat, serta membangun kepercayaan diri siswa. Ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang pembuktian bahwa peran guru sangat menentukan dalam mengubah potensi menjadi prestasi nyata.

“Ketika siswa mampu tampil percaya diri, di situlah terlihat kerja keras guru yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan, layaknya pelita yang menerangi,” ujarnya.

Iklan

Ia menambahkan, FLS3N dan O2SN harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan budaya berprestasi di lingkungan pendidikan. Pasalnya, prestasi siswa merupakan cerminan dari mutu pembimbingannya, dan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para guru.

(Sb-Alex)