SURABAYA, ifakta.co – Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar wisuda periode ke-261 pada Minggu (12/4) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C. Sebanyak 2.605 lulusan dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor mengikuti prosesi wisuda ini.

Rektor UNAIR, Muhammad Madyan, tidak hanya memberikan pesan kepada wisudawan, tetapi juga menyampaikan apresiasi khusus kepada orang tua dan wali.

Ia menilai keberhasilan wisudawan tidak lepas dari peran keluarga yang telah mendampingi perjalanan pendidikan. Bahkan, ia melihat langsung antusiasme keluarga yang datang lebih awal dan menunggu di lingkungan kampus.

Iklan

“Apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya saya sampaikan kepada para orang tua dan wali atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Airlangga dalam mendidik serta membentuk karakter putra-putri terbaik bangsa ini,” ucap Prof Madyan, seperti dalam laman UNAIR.

Pesan Moral untuk Wisudawan

Selain itu, Prof Madyan mengingatkan wisudawan untuk tetap memegang nilai Excellence with Morality. Ia menegaskan bahwa keunggulan akademik harus selalu berjalan seiring dengan moralitas.

“Excellence with Morality bukan hanya semboyan belaka tetapi harus tetap dipegang oleh alumni UNAIR setiap berkarya,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan nilai HEBAT (Humble, Excellent, Brave, Agile, Transcendent) sebagai karakter utama civitas academica. Oleh karena itu, ia meminta lulusan untuk tetap rendah hati meskipun memiliki keunggulan di bidang masing-masing.

“Ilmu yang saudara miliki hendaknya selalu berjalan seiring dengan nilai moral dan etika. Sebagai ulul albab, saudara harus memiliki pengetahuan yang semakin menguatkan keimanan kepada Allah SWT serta memberikan manfaat bagi sesama,” pesannya.

Capaian UNAIR dan Makna Alumni

Di sisi lain, Prof Madyan juga menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian UNAIR di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa fakultas bahkan meraih peringkat pertama di Indonesia, seperti Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Kedokteran Hewan.

Selain itu, UNAIR menempati peringkat 287 dunia dan peringkat 4 di Indonesia versi QS World University Rankings. Namun demikian, ia menegaskan bahwa peringkat bukan tujuan utama.

“Kebesaran sebuah universitas tidak hanya terukur dari infrastrukturnya. Tetapi dari sejauh mana para alumninya mampu memberikan makna dan kontribusi nyata bagi dunia,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan alumni menjadi bukti kualitas pendidikan UNAIR.

“Lihatlah para alumni Universitas Airlangga sebagai cermin masa depan, tersebar di berbagai belahan bumi dan berbagai bidang. Mereka semua memulai perjalanan dari titik yang sama dengan tempat kalian duduk saat ini. Keberhasilan mereka menembus batas-batas negara dan profesi adalah bukti nyata bahwa kurikulum dan nilai-nilai yang kalian serap di sini memiliki daya saing yang tangguh,” terangnya.

Kehadiran Tokoh dan Apresiasi untuk UNAIR

Momentum wisuda kali ini juga terasa istimewa karena dihadiri sejumlah tokoh, salah satunya Mohammad Galang Mochtar serta Komisaris PT Pupuk Sriwijaya, Arteria Dahlan.

Dalam sambutannya, Prof Madyan juga menyapa tokoh masyarakat Jawa Timur, Mat Mochtar.

“Pengukuhan tahun ini istimewa karena dihadiri salah satu tokoh Jatim. Selamat datang pak Mat Mochtar salah satu sesepuh atau tokoh masyarakat di Jatim,” katanya, Minggu (12 /4).

Ia juga mengapresiasi kepercayaan Mat Mochtar yang menyekolahkan anak-anaknya di UNAIR.

“Terima kasih pak Mat Mochtar sudah mempercayakan Unair Surabaya sebagai kampus untuk menempa putra putrinya untuk meraih pendidikan yang tinggi,” jelasnya.

Harapan untuk Masa Depan

Secara terpisah, Mat Mochtar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UNAIR. Ia menilai kampus tersebut telah menjadi tempat yang tepat bagi generasi muda untuk berkembang.

“Dalam kepemimpinan rektor Prof. Muhammad Madyan Unair Surabaya telah menjadi kampus rakyat. Kenapa saya sebut kampus rakyat karena Unair telah menggratiskan biaya bagi masyarakat kecil yang ingin kuliah di universitas tersebut,” jelasnya.

Ia juga menilai kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat kurang mampu dalam mengakses pendidikan tinggi.

“Banyak anak masyarakat miskin di Indonesia termasuk di Jatim yang lulus dari Unair Surabaya dan sumbangsihnya untuk negara Indonesia sangat besar,” jelasnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan peluang pendidikan di UNAIR.

“Unair Surabaya salah satu kampus yang terbaik di Indonesia sehingga kesempatan masyarakat menimba ilmu di kampus tersebut. Kesempatan masyarakat miskin untuk mengukir masa keemasan Indonesia dengan menempuh pendidikan Unair Surabaya. Ini berkat kebijakan pak rektor yang luar biasa,” pungkasnya.

(naf/kho)