JAKARTA, Ifakta.co – Ketika layar kecil berubah menjadi jendela bagi jutaan hati di dunia, The Untamed (陈情令), serial drama Tiongkok yang dibintangi oleh Xiao Zhan dan Wang Yibo, berdiri megah sebagai fenomena budaya yang melampaui sekadar hiburan biasa. Drama ber-genre xianxia ini bukan hanya menceritakan kisah petualangan fantasi, namun juga menyulam benang-benang persahabatan, pengorbanan, dan pencarian kebenaran yang menyentuh jiwa penontonnya.

Sebuah kisah tentang kebenaran yang sering disalahpahami, namun tetap menemukan jalannya menuju cahaya
Berdasarkan novel populer Mo Dao Zu Shi karya Mo Xiang Tong Xiu, The Untamed mengisahkan perjalanan Wei Wuxian (diperankan oleh Xiao Zhan) yang setelah kematiannya, 16 tahun kemudian dibangkitkan kembali. Ia dipertemukan kembali dengan sahabat sekaligus jiwa kembarnya, Lan Wangji, dan bersama-sama mereka menyelidiki misteri kematian serta intrik yang mengguncang dunia kultivasi. Melalui petualangan ini, keduanya menghadapi konflik, pengkhianatan, dan pertarungan batin yang menegaskan bahwa persahabatan sejati bisa bertahan melampaui prasangka, waktu, dan takdir yang paling gelap sekalipun.
Iklan
The Untamed lebih dari sekadar kisah laga dan fantasi. Drama ini membisikkan pesan moral yang mendalam : bahwa keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan kemampuan untuk berdiri teguh meski segala sesuatu tampak mustahil, bahwa cinta dalam bentuk persahabatan atau loyalitas tanpa syarat bisa menjadi kekuatan transformatif yang mengangkat jiwa. Nilai-nilai seperti kesetiaan, pengampunan, dan pencarian kebenaran juga disampaikan melalui karakter-karakternya yang kompleks, memperkaya pengalaman emosional penonton.
Popularitas The Untamed bukanlah sekadar angka semata, melainkan gelombang pengaruh yang merambah berbagai penjuru dunia. Serial ini telah ditonton lebih dari 10 miliar kali di platform streaming seperti Tencent Video, sebuah indikator besarnya basis penikmatnya baik di dalam negeri maupun internasional.
Tak hanya angka tayangan, rangkaian tagar seperti perayaan ulang tahun perdana dramanya meraih lebih dari 1,4 miliar tampilan di media sosial global sebuah bukti betapa besar resonansi emosional dan keterikatan komunitas penggemarnya.
Komunitas penggemar The Untamed, yang dikenal dengan sebutan seperti “Bojun Yixiao”, tidak hanya mengonsumsi cerita ini secara pasif. Mereka menciptakan karya seni fan art, teori naratif, fan fiction, dan diskusi lintas bahasa yang memperkaya pengalaman kolektif sebagai sebuah fandom dunia.
Sekali ditayangkan, The Untamed membuka “portal” ke dunia fantasi yang bukan hanya spektakuler secara visual, tetapi juga sarat dengan getaran emosional yang membuat penontonnya terus kembali lagi. Tak heran bila, lebih dari sekadar serial, The Untamed telah menjadi legenda yang hidup sebuah kisah yang dirasakan oleh jutaan jiwa dari berbagai budaya di seluruh dunia.
(FA/Fza)



