JAKARTA, ifakta.co – Ratusan warga Perumahan Citra 2 dan Daan Mogot Baru, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, menyatakan penolakan terhadap pembangunan Rumah Duka dan Krematorium Swarga Abadi yang berlokasi di Jalan Utan Jati.
Penolakan tersebut diwujudkan melalui aksi demonstrasi di depan lokasi proyek yang dinilai berada terlalu dekat dengan kawasan permukiman padat penduduk.
Ketua RW 012, Budiman Tandiono, menyampaikan kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan, sosial, serta kenyamanan hidup masyarakat sekitar.
Iklan
“Kami menilai lokasi ini kurang tepat karena berada di tengah kawasan hunian. Warga khawatir akan dampak jangka panjangnya,” ujar Budiman kepada wartawan.
Warga Soroti Dampak Lingkungan dan Psikologis
Menurut Budiman, warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menghentikan pembangunan tersebut dan mempertimbangkan kembali fungsi lahan agar dimanfaatkan sebagai fasilitas umum seperti sarana olahraga.
Penolakan serupa disampaikan warga RW 017 yang mengaku tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi awal rencana pembangunan.
“Kami tidak pernah diajak berdiskusi sejak awal. Padahal ini menyangkut lingkungan tempat tinggal kami,” ujarnya.
Selain isu lingkungan, warga juga menyoroti potensi peningkatan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas harian masyarakat serta berdampak pada psikologis anak-anak dan keluarga yang tinggal di sekitar proyek.
Pembangunan Sementara Dihentikan
Warga berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat segera membuka ruang dialog agar solusi terbaik dapat ditemukan tanpa merugikan pihak manapun.
LMK Pegadungan, Wartono, menyatakan akan meneruskan aspirasi warga kepada pihak kecamatan untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut.
Diketahui, menyusul aksi demonstrasi tersebut, kegiatan pembangunan Rumah Duka dan Krematorium Swarga Abadi untuk sementara waktu dihentikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan yang dilakukan warga.
(my/my)



