JAKARTA, ifakta.co – Gunungan sampah kembali mengganggu warga RT 004 RW 03, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Tumpukan sampah rumah tangga di lokasi tersebut bahkan hampir mencapai ketinggian atap bangunan kosong.

Pantauan ifakta.co pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, aroma tidak sedap tercium kuat dari lokasi. Tumpukan sampah juga berada di dekat akses menuju sebuah sekolah dasar.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga dan akses menuju sekolah ikut terganggu. Petugas kebersihan pun terlihat berupaya mengurangi volume sampah yang menumpuk.

Iklan

Dengan peralatan yang tersedia, petugas mengangkut sampah secara bertahap ke dalam truk untuk selanjutnya dibawa ke tempat pembuangan akhir.

Lurah Kedaung Kaliangke Ghufri Fatchani mengatakan penumpukan sampah terjadi akibat distribusi pengangkutan menuju TPST Bantar Gebang mengalami kendala.

“Lokasi ini sebenarnya sudah sempat dikosongkan. Ini lahan milik Kementerian Agama yang akan dipakai untuk pembangunan. Tapi setelah ada masalah di Bantar Gebang, sampah numpuk lagi di sini,” kata Ghufri saat ditemui di lokasi.

Menurut Ghufri, pihak kelurahan sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pemilahan sampah dari rumah. Namun, penerapannya belum berlangsung merata di seluruh wilayah.

Ia menyebut sistem pemilahan sampah baru berjalan efektif di sejumlah lingkungan. Karena itu, pemerintah kelurahan masih perlu memperkuat penerapan sistem tersebut.

Untuk penanganan sementara, Ghufri menargetkan gunungan sampah Kedaung Kaliangke dapat diangkut seluruhnya dalam waktu dua hingga tiga hari.

Selain mempercepat pengangkutan, pihak kelurahan juga menyiapkan perubahan pola distribusi sampah. Gerobak sampah dari tingkat RT nantinya tidak lagi mengumpulkan sampah di satu lokasi.

Sebaliknya, sampah residu akan langsung dipindahkan ke truk pengangkut. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kembali tumpukan sampah dalam jumlah besar.

“Kita ubah polanya. Biar tidak ada lagi gunungan sampah yang mengganggu warga dan anak sekolah,” pungkasnya.

Warga berharap perubahan sistem pengangkutan tersebut benar-benar berjalan konsisten. Dengan begitu, persoalan tumpukan sampah di Kedaung Kaliangke tidak kembali mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat.

(mam/cho)

Iklan