WONOSOBO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat melanda kawasan Hutan Perhutani Petak 13F dan 13G Kaliguwo-Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Rabu malam (23/9). Kobaran api yang kian membesar bahkan meluas hingga menembus kawasan Kedunggong, Sadang, Kabupaten Kebumen. Menanggapi situasi darurat ini, Kodim 0707/Wonosobo bersama tim gabungan dan relawan langsung menerjunkan personel untuk menaklukkan si jago merah.

Laporan darurat pertama kali masuk melalui Call Center RPB SAR Kaliwiro dari Babinsa dan Sekdes Kaliguwo pada pukul 20.00 WIB. Petugas piket langsung mengontak Pemerintah Kecamatan, Polsek, Koramil, BPBD, Damkar, Perhutani, serta organisasi relawan untuk bergerak bersama menuju titik kebakaran.

Di lokasi kejadian, tim gabungan menghadapi medan yang sangat berat. Angin kencang dan suhu ekstrem membuat titik-titik api baru bermunculan dengan cepat. Panas membara juga memicu pohon-pohon pinus tumbang satu per satu, sehingga mengancam keselamatan para petugas yang memadamkan api di garis depan.

Iklan

Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., menginstruksikan seluruh personel di lapangan untuk tetap mengedepankan faktor keamanan. Menurutnya, karakter pohon pinus yang kaya akan kandungan minyak membuat getahnya sangat mudah terbakar dan sulit dijinakkan.

“Pohon pinus mengandung minyak sehingga sangat sulit dipadamkan saat terbakar. Saya minta seluruh personel mengutamakan keselamatan jiwa di tengah ancaman pohon tumbang,” tegas Letkol Inf Yoyok Suyitno.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Dandim mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas yang memicu percikan api di area rawan karhutla.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus menyisir area hutan dan melakukan lokalisasi titik api secara intensif. Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci utama untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah serta melindungi pemukiman warga terdekat.

(fa/fza)

Iklan