TANGERANG, ifakta.co Pelaksanaan pembangunan sarana, prasarana dan utilitas PAUD/TK Negeri Pertiwi Kresek, Kabupaten Tangerang, yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Tangerang sebesar Rp640.079.000, menuai sorotan.

Proyek yang dikerjakan CV Arfiristi Berkah tersebut diduga belum sepenuhnya memperhatikan kondisi para pekerja di lapangan. Puluhan pekerja yang disebut berasal dari Cianjur, Jawa Barat, diduga tidak memiliki tempat istirahat yang layak hingga terpaksa menggunakan teras bangunan sekolah yang masih aktif sebagai lokasi beristirahat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian kalangan sosial kontrol yang mempertanyakan standar pengelolaan pekerjaan serta tanggung jawab kontraktor terhadap para pekerja selama kegiatan konstruksi berlangsung.

Iklan

Ironisnya, persoalan di lapangan juga disebut mencakup kondisi instalasi atau arus listrik yang diduga dalam keadaan “ngelos”. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena pekerjaan berlangsung di lingkungan sekolah yang masih digunakan untuk aktivitas pendidikan.

Pihak sekolah pun mengakui bahwa keberadaan para pekerja yang beristirahat di teras sekolah bukan karena fasilitas khusus dari pihak sekolah, melainkan semata-mata karena rasa kemanusiaan.

“Kami hanya kasihan dan bentuk kemanusiaan saja, tidak lebih dari itu. Kasihan melihat pekerja yang tidak ada tempat istirahat, maka kami persilakan,” ujar Kepala TK Negeri Pertiwi Kresek, Mulhamah, saat dihubungi ifakta.co, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, pihak sekolah memberikan izin kepada para pekerja untuk beristirahat karena melihat kondisi mereka di lapangan.

Sorotan tersebut kini mengarah kepada CV Arfiristi Berkah selaku pelaksana pekerjaan. Publik mempertanyakan apakah penyedia jasa telah menyiapkan fasilitas penunjang yang layak bagi para pekerja, termasuk aspek keselamatan dan keamanan selama proyek berlangsung.

Selain itu, dugaan persoalan arus listrik juga dinilai perlu segera diperiksa untuk memastikan tidak membahayakan pekerja maupun warga sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Supriyadi, hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut, termasuk mengenai pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang itu.

Sementara pihak CV Arfiristi Berkah saat dikonfirmasi ifakta.co juga belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi para pekerja, fasilitas istirahat, maupun dugaan persoalan arus listrik di lokasi proyek.

Hingga berita ini diterbitkan, ifakta.co masih memberikan ruang kepada CV Arfiristi Berkah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Masyarakat berharap proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memenuhi ketentuan keselamatan kerja, menjaga lingkungan sekolah, serta memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai kontrak dan ketentuan yang berlaku.

(sib/lex)

Iklan