TANGERANG, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meluncurkan Program Beasiswa Madrasah Gemilang bagi guru madrasah di Kabupaten Tangerang. Program tersebut menyasar 40 guru yang belum memiliki gelar sarjana (S1) maupun guru yang jenjang pendidikannya belum linier dengan bidang yang diajarkan.
Peluncuran program berlangsung di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Tangerang bersama Kementerian Agama (Kemenag) dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga pendidik madrasah.
Bupati Tangerang Moch. Maesal Rasyid mengatakan, program beasiswa tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan keagamaan.
Iklan
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan Ibu Menteri Agama dalam rangka meluncurkan beasiswa untuk guru-guru madrasah di Kabupaten Tangerang. Sumber dananya ini dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang diberikan hibah kepada Kementerian Agama,” kata Maesal.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada guru madrasah, guru pendidikan agama Islam, dan guru Raudhatul Athfal (RA) untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya melalui pendidikan tinggi.
“Secara teknis, beasiswa ini diberikan kepada 40 guru madrasah yang belum memiliki gelar S1, atau yang jenjang S1-nya belum linier. Insyaallah, pada tahun-tahun berikutnya kuota penerima beasiswa ini juga akan terus kita tambahkan,” ujarnya.
Maesal berharap peningkatan kualifikasi dan kompetensi para guru tersebut berdampak langsung terhadap kualitas proses pembelajaran. Menurut dia, peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang.
Dalam kesempatan yang sama, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, yang hadir mewakili Menteri Agama RI, mengapresiasi program beasiswa yang diperuntukkan bagi guru madrasah tersebut.
Ia menyampaikan tiga pesan dalam pelaksanaan program. Pertama, beasiswa harus dipandang sebagai investasi untuk mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, pengelolaan beasiswa harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ketiga, dukungan keluarga diperlukan agar para penerima beasiswa dapat menjalani pendidikan tanpa mengabaikan ketahanan keluarga.
“Saya sampaikan tiga pesan. Pertama, jadikan beasiswa ini investasi menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, kelola beasiswa ini secara transparan dan akuntabel. Ketiga, para suami harus mendukung istri yang kuliah untuk menjaga ketahanan keluarga, karena dari sanalah kualitas bangsa ditentukan,” kata Helmi.
Program tersebut disambut antusias oleh para penerima. Salah satunya Neneng Rostiani, guru MIS Nurul Ibad, Desa Talagasari. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program tersebut.
Neneng akan mengambil program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Syekh Manshuruddin Pandeglang, Banten. Ia menyebut kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting karena untuk pertama kalinya dapat merasakan pendidikan di perguruan tinggi.
“Saya bahagia, bersyukur, dan tidak menyangka bisa mendapat beasiswa. Semoga langkah ini membawa berkah dan manfaat nyata,” ujar Neneng.
Ia berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan diperluas sehingga semakin banyak guru madrasah di Kabupaten Tangerang memperoleh kesempatan meningkatkan kualifikasi pendidikannya.
Peluncuran Beasiswa Madrasah Gemilang sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas tenaga pendidik. Pemkab Tangerang menyatakan program serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
(sib/lex)



