TANGERANG, ifakta.co — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengimbau masyarakat Kabupaten Tangerang meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bupati meminta masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, menggunakan masker sebagai langkah antisipasi agar tidak menghirup partikel abu vulkanik yang terbawa angin.

Imbauan tersebut disampaikan Maesyal Rasyid pada Minggu (6/9/2026). Ia mengaku menemukan adanya debu vulkanik di sejumlah tempat di sekitar lingkungan rumahnya.

Iklan

“Ya, memang betul. Jadi abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Buktinya tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata banyak debu-debu yang ada di atas genteng, di atas kap mobil dan juga ada beberapa tempat yang memang banyak debunya itu dari Krakatau,” ujar Maesyal.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah.

“Oleh karenanya, pada momentum hari ini, kami atas nama pemerintah daerah mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang supaya lebih hati-hati lagi. Dan kalau beraktivitas ke mana-mana menggunakan masker untuk menghindari menghirup abu vulkanik tersebut,” katanya.

Maesyal juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

“Yang jelas, setiap hari sekarang kita harus menggunakan masker sementara ini saat aktivitas di luar. Kita ingin semuanya sehat, semuanya sukses, dan panjang umur,” tuturnya.

Selain penggunaan masker, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi dan arahan resmi dari instansi berwenang.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik,” pungkasnya.

(sib/lex)

Iklan