TANGERANG, ifakta.co – Kinerja Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Kepala Dinas H. Hendri Hermawan, mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mereka menilai berbagai pembangunan infrastruktur yang telah direalisasikan menjadi bukti adanya upaya serius pemerintah daerah dalam melakukan penataan dan pembangunan Kabupaten Tangerang.
Ketua Umum Lembaga Studi Ilmu Hukum Indonesia Bersatu (LESIM), Mursalin, menegaskan bahwa capaian pembangunan tidak semestinya hanya dilihat dari sisi kritik, tetapi juga harus diapresiasi ketika pemerintah mampu menunjukkan hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat.
Menurut Mursalin, DTRB Kabupaten Tangerang telah berupaya menjalankan pembangunan sesuai perencanaan, mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Iklan
“Kami mengapresiasi kinerja DTRB di bawah kepemimpinan H. Hendri. Pembangunan infrastruktur dan penataan wilayah yang dilakukan harus dilihat secara objektif. Kalau ada hasil kerja yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tentu patut kita apresiasi,” ujar Mursalin.
Apresiasi serupa disampaikan tokoh agama Kabupaten Tangerang, H. Budi. Ia menilai perubahan dan perkembangan pembangunan di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam membangun daerah secara bertahap dan berkelanjutan.
H. Budi berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan sekaligus pengawasan yang konstruktif terhadap program pembangunan pemerintah.
“Jangan sampai pembangunan yang sedang berjalan justru dipolitisasi atau digiring ke opini yang tidak berdasar. Kritik tentu boleh, tetapi harus disampaikan dengan data dan fakta. Kalau memang pembangunan dilakukan sesuai mekanisme dan manfaatnya dirasakan masyarakat, jangan ragu untuk memberikan apresiasi,” tegas H. Budi kepada wartawan, Minggu (23/8/2026), di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai tudingan yang belum terbukti kebenarannya. Menurutnya, pembangunan Kabupaten Tangerang membutuhkan sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, insan pers dan masyarakat.
“Kalau ada persoalan, mari dikritisi melalui jalur yang benar dan berdasarkan fakta. Jangan sampai karena kepentingan tertentu, kerja keras pemerintah yang sedang membangun daerah justru dipandang negatif tanpa dasar yang jelas,” katanya.
Mursalin menambahkan, LESIM akan terus mendorong terciptanya pemerintahan yang transparan, profesional dan taat terhadap aturan. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan secara objektif.
“Kami mendukung pembangunan yang sesuai aturan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Namun dukungan itu juga harus dibarengi pengawasan. Jadi bukan sekadar memuji, tetapi memastikan pembangunan benar-benar berjalan transparan, tepat sasaran dan memberikan manfaat luas,” pungkas Mursalin.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, pembangunan Kabupaten Tangerang diharapkan semakin terarah, merata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di 29 kecamatan.
(sib/lex)



