SURABAYA, ifakta.co – Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia (PERLOKI) menyerukan persatuan pedagang rokok lokal di berbagai daerah. Organisasi tersebut hadir sebagai wadah komunikasi, edukasi, pendampingan, sekaligus ruang bersama untuk memperjuangkan perlindungan dan rasa keadilan bagi para pedagang rokok lokal.
Koordinator Nasional PERLOKI Muhammad Taufik atau yang akrab disapa Bung Taufik mengajak pedagang rokok lokal dari seluruh Indonesia bergabung dan membangun kekuatan melalui organisasi tersebut.
Menurut Taufik, para pedagang rokok lokal memiliki peran dalam menopang perekonomian keluarga. Banyak masyarakat mengandalkan aktivitas perdagangan sebagai sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Iklan
Karena itu, ia menilai pedagang perlu mendapatkan edukasi mengenai aturan serta pendampingan agar dapat menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya mengajak seluruh pedagang rokok lokal di Indonesia untuk bersatu. Jangan berjalan sendiri-sendiri. PERLOKI hadir sebagai rumah bersama, tempat kita saling memberikan informasi, edukasi hukum, dan memperjuangkan rasa keadilan,” ujar Bung Taufik.
Taufik menegaskan PERLOKI tidak dibentuk untuk mengajak pedagang melawan hukum ataupun aparat penegak hukum. Sebaliknya, organisasi tersebut mendorong para pedagang memahami kewajiban dan hak mereka sehingga dapat menjalankan aktivitas perdagangan secara tertib.
Ia juga menyoroti potensi persoalan yang dihadapi pedagang kecil ketika berhadapan dengan proses penertiban atau penegakan hukum oleh instansi terkait, termasuk Bea Cukai dan Satpol PP.
Menurut Taufik, aparat tetap harus menegakkan aturan. Namun, proses tersebut perlu memperhatikan prinsip profesionalitas, proporsionalitas, serta pendekatan humanis dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kita tidak anti-hukum. Kita menghormati hukum. Tetapi penegakan hukum juga harus memberikan rasa keadilan. Masyarakat harus diberikan pemahaman mengenai aturan, bukan hanya ditindak ketika mereka tidak memahami ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Taufik menilai pemerintah juga perlu memperhatikan persoalan ekonomi yang mendorong masyarakat memilih sektor perdagangan. Ketika lapangan pekerjaan formal belum mampu menyerap seluruh masyarakat usia produktif, usaha perdagangan menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itu, ia mendorong pemerintah mencari keseimbangan antara penegakan hukum, perlindungan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Untuk memperkuat komunikasi antaranggota, PERLOKI kini membuka grup WhatsApp bagi pedagang rokok lokal dari berbagai wilayah Indonesia. Organisasi tersebut menyiapkan grup itu sebagai ruang silaturahmi, pertukaran informasi, edukasi hukum, dan penyampaian berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
PERLOKI juga berencana menggelar kopi darat atau kopdar nasional sebagai forum pertemuan langsung para pedagang rokok lokal.
“Kita akan membuat kopdar. Kita duduk bersama, berdiskusi, saling memberikan pemahaman, mendengar persoalan para pedagang di daerah, dan mencari solusi bersama. Kita ingin membangun persatuan pedagang rokok lokal dari Sabang sampai Merauke,” kata Bung Taufik.
Ia mengimbau pedagang tidak ragu bergabung dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Menurutnya, komunikasi yang kuat akan membantu pedagang membangun dialog dengan pemerintah dan pihak terkait secara tertib serta konstitusional.
Taufik kembali mengajak seluruh pedagang rokok lokal memperkuat solidaritas melalui PERLOKI.
“Ayo bersatu. Pedagang rokok lokal Indonesia jangan berjalan sendiri-sendiri. Mari kita bangun PERLOKI sebagai rumah bersama. Kita pahami hukum, kita taati aturan, tetapi kita juga harus memperjuangkan hak dan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
PERLOKI menyatakan terbuka bagi pedagang rokok lokal dari berbagai daerah yang ingin membangun komunikasi, solidaritas, edukasi hukum, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
(mam/mam)



