JAMBI, ifakta.co – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Hingga Kamis (1/10/2026) pukul 11.00 WIB, sedikitnya enam penerbangan mengalami penundaan akibat jarak pandang yang menurun.
Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Mabrun, mengatakan penerbangan yang terdampak terdiri dari pesawat yang akan mendarat maupun berangkat dari Jambi.
“Ya ada 6 penerbangan yang tertunda baik berangkat maupun tiba akibat kabut asap ini,” kata Ardon.
Iklan
Dari enam penerbangan tersebut, tiga merupakan penerbangan kedatangan dan tiga lainnya penerbangan keberangkatan. Kondisi jarak pandang yang belum memenuhi batas aman menjadi salah satu pertimbangan dalam operasional penerbangan.
Ardon menjelaskan, jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha sejak pagi berada di kisaran 1.200 hingga 1.500 meter. Dalam kondisi tertentu, jarak pandang bahkan sempat turun hingga sekitar 1.000 meter.
“Jarak pandang sejak pagi terpantau berada pada kisaran 1.200-1.500 meter. Bahkan, jarak pandang sempat turun hingga 1.000 meter. Dan kabut asap terlihat hari ini cukup pekat,” ujarnya.
Menurut Ardon, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah penerbangan dapat dilaksanakan atau harus ditunda. Jika jarak pandang belum berada pada kondisi yang dipersyaratkan untuk pendaratan maupun keberangkatan, penerbangan dapat mengalami penundaan.
Tiga penerbangan yang mengalami kendala saat akan tiba di Jambi masing-masing Batik Air ID 6804 dari Jakarta yang dijadwalkan mendarat pukul 10.15 WIB, Citilink QG 960 dari Jakarta pukul 10.25 WIB, dan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta yang juga dijadwalkan tiba pukul 10.25 WIB.
Sementara itu, tiga penerbangan yang terdampak di sisi keberangkatan adalah Citilink QG 961 dengan tujuan Jakarta dan jadwal keberangkatan pukul 10.55 WIB, Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta pukul 11.00 WIB, serta Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta pukul 11.10 WIB.
Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sendiri mengalami perubahan sejak pagi. Sebelum kabut asap kembali menebal, sejumlah penerbangan masih dapat beroperasi.
Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta misalnya, berhasil berangkat pada pukul 06.00 WIB. Pesawat tersebut merupakan pesawat yang bermalam di Bandara Sultan Thaha atau dikenal dengan istilah ex-RON.
Penerbangan lainnya juga sempat berlangsung. Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep berhasil mendarat di Jambi pada pukul 07.45 WIB. Pesawat tersebut kemudian melanjutkan penerbangan menuju Kerinci dengan nomor penerbangan SI 7223 pada pukul 08.15 WIB.
Namun, kondisi kemudian kembali berubah seiring menurunnya jarak pandang. Pesawat Super Air Jet IU 974 tujuan Batam yang dijadwalkan berangkat pukul 10.28 WIB masih tertahan ketika jarak pandang di sekitar bandara turun hingga sekitar 1.000 meter.
Pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perkembangan jarak pandang secara berkala. Koordinasi juga dilakukan bersama maskapai dan sejumlah pihak terkait untuk menyesuaikan operasional penerbangan dengan kondisi terkini.
“Situasi jarak pandang terus kami pantau secara berkala. Kami juga berkoordinasi dengan pihak maskapai dan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan perkembangan operasional penerbangan,” kata Ardon.
Selain memantau kondisi operasional, pihak bandara juga berkoordinasi dengan maskapai untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan. Informasi mengenai perubahan jadwal penerbangan akan disampaikan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Ardon memahami penundaan penerbangan dapat berdampak terhadap aktivitas para pengguna jasa bandara. Karena itu, koordinasi dengan maskapai terus dilakukan agar penumpang memperoleh informasi terbaru mengenai penerbangan mereka.
“Kami memahami kondisi ini berdampak kepada pengguna jasa. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai untuk memastikan penanganan penumpang dan memberikan informasi terbaru terkait jadwal penerbangan,” ujarnya.
Calon penumpang yang akan menggunakan Bandara Sultan Thaha Jambi diimbau mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara. Hal tersebut penting mengingat kondisi jarak pandang akibat kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu.
“Penumpang kami imbau tetap mengikuti informasi resmi dari maskapai. Kami akan terus memperbarui informasi terkait kondisi operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha,” pungkas Ardon.(wl/wl)

