“Presentasi yang sangat baik. Tentunya, kerja sama dengan otoritas nuklir dan sinergi dengan operator nuklir akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat regulasi dan ekosistem keamanan komputer di bidang energi nuklir,” kata Yannick.

Dukungan juga datang dari Abraham Parbhunath, Senior Specialist in Nuclear Security dari Federal Authority for Nuclear Regulation (FANR) Uni Emirat Arab. Ia menilai penelitian tersebut dapat menjadi fondasi awal bagi pengembangan infrastruktur keamanan nuklir di negara-negara berkembang.

“Terlebih lagi, penelitian ini juga diinisiasi oleh generasi muda,” ujarnya.

Iklan

Tiga Kali Wakili Indonesia di Forum IAEA

CyberCon26 menjadi konferensi internasional ketiga yang diikuti Marchelino selama menempuh pendidikan di UGM. Sebelumnya, ia tampil dalam International Conference on Nuclear Security: Shaping the Future 2024 (ICONS 2024) dan International Conference on Advances in Radiation Oncology (ICARO-4) 2025 yang juga berlangsung di Wina.

Melalui berbagai forum tersebut, Marchelino terus memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring dengan para pakar nuklir dunia. Ia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mempelajari berbagai pendekatan terkait regulasi, keamanan, dan pengembangan teknologi nuklir.

Selain mempresentasikan penelitian, Marchelino mengikuti sesi pendampingan karier dan diskusi profesional bersama para ahli dari berbagai negara. Pengalaman itu memberinya kesempatan untuk memahami perkembangan sektor nuklir dari berbagai perspektif.

Menurutnya, pengalaman tampil di forum internasional menjadi motivasi untuk terus mengembangkan penelitian yang bermanfaat bagi Indonesia. Ia juga berharap pencapaiannya dapat mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk berani menunjukkan kemampuan di tingkat global.

“Semoga pengalaman ini dapat menginspirasi teman-teman mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan nuklir untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya.

CyberCon26 sendiri merupakan forum global yang mempertemukan pemerintah, regulator, operator, akademisi, dan pakar keamanan siber dari berbagai negara. Forum tersebut berfokus pada penguatan keamanan komputer di sektor nuklir sekaligus mendorong kolaborasi internasional dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

(naf/lex)

Iklan