YOGYAKARTA, ifakta.co – Anies Baswedan mengingatkan ribuan wisudawan Universitas Gadjah Mada agar siap menghadapi realitas kehidupan setelah lulus kuliah. Dalam pidatonya di Grha Sabha Pramana, Rabu (20/5), Anies menegaskan bahwa tantangan terbesar justru muncul setelah momen wisuda selesai.

Ia menyebut wisuda memang menjadi hari istimewa. Namun, kehidupan setelahnya akan penuh dengan rutinitas panjang yang menguji konsistensi, tanggung jawab, dan daya tahan mental seseorang.

“Besok adalah hari biasa, dan ujian sesungguhnya bukan terjadi pada hari istimewa seperti hari ini, melainkan pada hari-hari biasa yang panjang setelahnya,” ujarnya.

Iklan

Anies menilai lulusan tahun ini menghadapi kondisi ekonomi dan pasar kerja yang lebih berat daripada generasi sebelumnya. Meski begitu, ia percaya situasi sulit dapat melahirkan generasi yang lebih tangguh.

Menurutnya, sejarah menunjukkan banyak generasi kuat lahir dari tekanan dan keterbatasan. Karena itu, para lulusan tidak perlu takut menghadapi ketidakpastian hidup.

“Generasi yang lulus di masa sulit sering kali justru menjadi generasi yang paling kuat karena mereka belajar bertahan dan menemukan jalan di tengah keterbatasan,” tuturnya.

Pekerjaan Pertama Jadi Tempat Belajar

Dalam pidatonya, Anies juga mengingatkan lulusan baru agar tidak terlalu sibuk mengejar pekerjaan sempurna. Ia meminta generasi muda menghargai setiap pengalaman kerja sejak awal karier.

Menurutnya, pekerjaan pertama bukan sekadar soal jabatan atau penghasilan besar. Sebaliknya, pekerjaan awal menjadi tempat seseorang membangun disiplin, tanggung jawab, dan integritas.

Ia menilai banyak orang sukses memulai perjalanan karier dari pekerjaan sederhana. Namun, mereka tetap menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Jangan menunggu pekerjaan sempurna untuk memberikan yang terbaik, karena karakter dibentuk justru dari hal-hal kecil yang kamu kerjakan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Anies menekankan bahwa kebiasaan kecil akan membentuk kualitas diri seseorang dalam jangka panjang. Karena itu, lulusan baru perlu menjaga etos kerja sejak awal memasuki dunia profesional.

Generasi Muda Harus Menjaga Prinsip

Selain berbicara soal pekerjaan, Anies juga menyoroti tantangan moral dalam lingkungan profesional. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah kehilangan idealisme ketika masuk ke dalam sistem kerja.

Menurutnya, banyak orang perlahan mengikuti kebiasaan yang tidak sehat karena terlalu lama berada dalam lingkungan yang salah. Oleh sebab itu, ia meminta lulusan UGM tetap menjaga prinsip hidup.

Anies juga mengajak generasi muda memperluas wawasan dengan membaca dan membangun lingkungan pertemanan yang positif. Langkah tersebut dinilai penting agar seseorang tetap memiliki arah hidup yang jelas.

“Posisi boleh berubah dari waktu ke waktu, tetapi prinsip harus tetap dijaga melintasi zaman,” pesan Anies.

Ia menilai integritas menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman dan tekanan lingkungan kerja.

Lulusan UGM Diminta Hadir untuk Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Anies turut mengingatkan tanggung jawab sosial lulusan UGM. Ia menyebut UGM memiliki sejarah panjang sebagai kampus perjuangan yang dekat dengan masyarakat.

Karena itu, ia berharap para alumni tidak hanya fokus mengejar karier pribadi. Sebaliknya, lulusan UGM perlu hadir di tengah masyarakat dan ikut membantu menyelesaikan persoalan bangsa.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan lebih banyak orang baik yang berani terlibat langsung dalam kehidupan sosial.

“Kalau orang baik memilih diam, maka masalah di negeri ini tidak akan pernah selesai,” ucapnya.

Anies menilai kontribusi kecil dan konsisten akan memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar.

Nama Baik Jadi Hal Paling Berharga

Menjelang akhir pidato, Anies membagikan pesan yang selalu ia ingat dari keluarganya. Ia mengatakan nama baik menjadi hal paling berharga dalam kehidupan seseorang.

Menurutnya, jabatan dan kekayaan bisa hilang kapan saja. Namun, nama baik akan terus melekat pada diri seseorang sepanjang hidup.

“Yang kita punya sesungguhnya hanya nama baik, maka jagalah nama itu baik-baik,” katanya.

Anies kemudian mengajak para wisudawan memahami bahwa masa depan lahir dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan setiap hari. Ia menilai kesuksesan tidak muncul secara instan, melainkan tumbuh dari kebiasaan baik.

“Selamat menyongsong masa depan, karena perjalanan hidup sesungguhnya akan anda mulai dari keputusan-keputusan sederhana yang kalian ambil setelah meninggalkan kampus ini,” tutupnya.

(naf/lex)