BANYUMAS, ifakta.co – Seorang santriwati bernama An (16) meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan Anindita mengikuti kegiatan salah satu pondok pesantren dari Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah yang berlangsung di kawasan wisata Baturraden. Insiden terjadi ketika rombongan santriwati menjalani kegiatan di sekitar area air terjun.

Ketua Tim Rescuer Unit Siaga SAR Banyumas, Ilham, menjelaskan rombongan mulai melakukan sesi foto bersama sekitar pukul 08.30 WIB.

“Saat kegiatan foto bersama berlangsung, korban terpeleset dan jatuh ke area air terjun,” kata Ilham (12/5).

Iklan

Setelah terjatuh, korban langsung terseret arus menuju area bawah air terjun. Lokasi tersebut memiliki kedalaman sekitar tujuh meter dengan arus deras dan pusaran air yang cukup kuat.

Relawan yang berada di lokasi segera mencari korban sesaat setelah korban hilang dari permukaan air. Namun, relawan belum menemukan korban sehingga mereka meminta bantuan kepada Basarnas dan tim SAR Banyumas.

Tim Unit Siaga SAR Banyumas kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.50 WIB. Tim tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menyisir area sekitar titik jatuhnya korban.

Petugas akhirnya menemukan korban sekitar pukul 10.15 WIB di area bawah air terjun dalam kondisi meninggal dunia.

Arus Bawah Air Terjun Sangat Kuat

Relawan pencarian, Muhammad Imam, menjelaskan debit air saat kejadian berada dalam kondisi normal. Meski begitu, aliran air di bawah curug tetap memiliki risiko tinggi bagi pengunjung.

“Debit air normal, tetapi arus di bawah air terjun sangat kuat dan ada pusaran air. Korban diduga berada terlalu dekat dengan jatuhan air sehingga terdorong arus dan tidak bisa naik kembali,” ujarnya.

Ia menjelaskan tim menemukan korban di kedalaman sekitar lima meter di area dekat batuan bawah air. Menurutnya, titik tersebut cukup berbahaya karena arus air terus berputar di sekitar cekungan curug.

Selain itu, permukaan batu di sekitar air terjun juga licin sehingga pengunjung perlu meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan curug.

Muhammad Imam meminta masyarakat tidak mendekati titik jatuhnya air, terutama saat kondisi bebatuan basah dan arus terlihat deras.

Ia juga mengimbau pengunjung yang tidak memiliki kemampuan berenang agar tidak bermain terlalu dekat dengan area air terjun.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya keselamatan saat berwisata di kawasan alam terbuka, terutama di area air terjun.

Selain memiliki arus yang sulit diperkirakan, beberapa titik di kawasan curug juga mempunyai cekungan dalam dan pusaran air yang berbahaya bagi pengunjung.

Karena itu, pengunjung perlu mematuhi arahan petugas dan menjaga jarak aman dari titik jatuh air.

Pengelola wisata juga perlu meningkatkan pengawasan di area rawan kecelakaan agar pengunjung lebih aman saat beraktivitas.

Sementara itu, tim SAR meminta masyarakat segera melapor kepada petugas jika melihat kondisi darurat di lokasi wisata alam supaya proses pertolongan dapat berlangsung lebih cepat.

(naf/wli)