JAKARTA, ifakta.co – Seorang pria yang tewas bersimbah darah di kawasan Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat, diketahui merupakan perantau asal Banten yang bekerja sebagai karyawan pabrik roti. Identitas korban tersebut dikonfirmasi oleh warga sekitar yang mengenalnya.

“Kerja di pabrik roti,” kata seorang warga saat dikonfirmasi ifakta.co, Selasa (5/5).

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari cekcok antara korban dan pelaku di lokasi kejadian.

Iklan

Dari hasil penyelidikan awal, keduanya terlibat perselisihan di jalan yang dipicu insiden hampir tabrakan antara sepeda motor pelaku dan korban.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa pertengkaran tersebut kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan.

Pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis celurit hingga korban terjatuh di tempat kejadian.

“Korban mengalami luka pada bagian dada kiri. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri,” ungkapnya.

Akibat luka serius yang diderita, korban tidak dapat diselamatkan meski sudah berada di lokasi kejadian.

Polisi Bergerak Cepat Lakukan Penyelidikan

Usai peristiwa tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengungkap pelaku.

Dari hasil pengembangan, tim berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan terduga pelaku dalam waktu singkat.

“Pada hari yang sama sekitar pukul 22.00, terduga pelaku RS ditangkap di wilayah Kabupaten Bogor. Pelaku kemudian dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi.

Dalam proses pengungkapan kasus ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan peristiwa pembunuhan tersebut.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus ini untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian, termasuk motif utama pelaku.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terhadap terduga pelaku akan dilakukan secara profesional dan proporsional,” tegasnya.

(my/my)