JAKARTA, ifakta.co – Universitas Indonesia (UI) terus memperkuat jejaring global dengan menjalin kerja sama strategis bersama University of Sydney (USYD). Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) pada Senin (13/4), UI secara aktif mendorong kolaborasi riset dan pengembangan akademik lintas negara.
Rektor UI, Heri Hermansyah, memimpin langsung penandatanganan tersebut. Dengan demikian, kedua institusi resmi memperbarui sekaligus memperkuat kemitraan yang telah terjalin sebelumnya.
Fokus pada Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Dalam kesepakatan ini, UI dan USYD fokus pada penguatan tri dharma perguruan tinggi. Keduanya sepakat mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Iklan
Selain itu, kedua universitas juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Mereka merencanakan berbagai kegiatan, seperti riset bersama, pengembangan kurikulum, penyelenggaraan konferensi, lokakarya, hingga simposium.
Bahkan, mereka juga akan mendorong kunjungan akademisi serta program pertukaran mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Heri menegaskan kerja sama dengan University of Sydney merupakan tonggak penting bagi UI dalam memperkuat posisi sebagai universitas riset kelas dunia.
“University of Sydney adalah mitra strategis bagi UI, yang melalui kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas tantangan global melalui riset bersama,” katanya, Senin (13/4).
Lebih dari itu, kerja sama ini kata dia, menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia, sekaligus menegaskan komitmen UI untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan dunia.
Selanjutnya, UI juga mengajukan proposal program double degree kepada pihak USYD. Program ini memungkinkan mahasiswa menempuh studi di dua kampus sekaligus dan memperoleh dua gelar resmi. Dengan begitu, mahasiswa dapat meningkatkan daya saing global sejak masa studi.
Sementara itu, Vice-Chancellor USYD, Mark Scott, menyambut baik kerja sama tersebut.
“Kunjungan ini merupakan refleksi dari persahabatan dan kemitraan kedua institusi, UI sebagai kampus tertua di Indonesia dan USYD sebagai kampus tertua di Australia. Kami antusias membangun kemitraan global yang lebih mendalam dan strategis dengan UI,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak USYD juga menunjukkan minat besar untuk bekerja sama dengan berbagai fakultas di UI. Mereka tertarik menjalin kolaborasi dengan program studi Geografi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Menariknya, ketertarikan USYD ini menjadi bukti kuat bahwa reputasi UI semakin diakui secara internasional. Apalagi, USYD saat ini menempati peringkat ke-25 dunia versi QS World University Rankings.
Dihadiri Tokoh-Tokoh Penting
Dalam pertemuan yang berlangsung di Rektorat UI Depok tersebut, sejumlah pimpinan UI turut hadir untuk memperkuat diskusi kolaboratif. Di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Riset, hingga Direktur Internasionalisasi Pendidikan.
Sementara itu, sejumlah pejabat penting juga menghadiri delegasi USYD, termasuk pimpinan bidang hubungan eksternal, pusat studi Asia Tenggara, serta pengelola mahasiswa internasional.
Dengan langkah ini, UI tidak hanya memperluas jejaring akademik global. Lebih jauh, UI juga menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas riset, serta berkontribusi dalam menjawab tantangan global melalui kolaborasi internasional.
(naf/kho)



