Kopdar Bareng Kapolres Nganjuk di Warung Kamtibmas

  • Whatsapp

iFAKTA, CO, NGANJUK – Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto melakukan terobosan – terobosan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kabupaten Nganjuk melalui progam baru yang akan segera di agendakan sebagi kegiatan rutin, yakni kegiatan Warung Kamtibmas seperti yang telah ia adakan pada Rabu (25/09/2019) malam.

Kemaren malam tepatnya di warung bu Dwi Desa Kepuh Kecamatan Kertosono,Kapolres baru AKBP Handono Subiakto mengajak beberapa anggotannya dan awak media untuk ngopi bareng di warung tersebut.

Kegiatan tersebut sengaja di lakukan sebagai upaya pendekatan pada masyarakat dan juga sarana bagi nya untuk memperkenalkan diri secara langsung pada masyrakat Nganjuk tentang sosok pribadinya.

Beberapa perwira tinggi di kepolisian Nganjuk turut mendampingi Kapolres di antarannya Wakapolres Nganjuk Kompol David Triyo Prasojo,Kassubag Humas Sudarmanto,Kasatreskrim Nikolas Bagas,Kapolsek kertosono Abraham dan beberapa anggot humas Polres Nganjuk.

“Saya sengaja mengajak  anda semua di sini untuk duduk bareng berdampingan sejaja, karena saya merasa disini tidak akan ada kesenjangan status sosial antara saya pribadi dengan anda, sehingga kita enak mau ngobrol apa saja tanpa ada kecanggungan sehingga kita bisa sharing berbagai hal tentang masalah- masalah di Nganjuk ini,” ujar Kapolres.

Visi dan Misi

Melalui kegiatan warung Kamtibmas ini visi dan misi Handono Subiakto untuk menyampaikan pesan -pesan kamtibmas pada masyarakat di rasa lebih mengena.

Kapolres mengenalkan dirinya pada beberapa warga yang sedang ngopi diwarung sambil menanyai kondisi didesa Kepuh.

“Security dan pembangunan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan dan harus selalu balance. Pengen sejahtera tapi gak aman ya kapan mbangune”, kata kapolres.

Lebih jauh AKBP Handono mengatakan tugas kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian tapi adalah tugas bersama.Perbandingan jumlah polisi dengan penduduk Kabupaten Nganjuk adalah 1 banding 1000 jadi mustahil jika 1 orang polisi dapat mengawasi 1000 orang.

Maka warung kamtibmas adalah terobosan baru,melalui kegiatan itu untuk melakukan pendekatan emosional pada masyarakat.

Salah satu masalah yang menjadi PR terberat adalah meminimalisir adanya gesekan- gesekan antar perguruan silat di wilayah Kabupaten Nganjuk. Dirinya berjanji akan menemui satu persatu ketua perguruan mulai dari level atas hingga level bawah.

“Karena dilevel bawah itu riskan,.sebab masih banyak anggota perguruan yang berusia di bawah umur sehingga emosinya masih labil,”jelas Handono.

Ia sangat menyayangkan kejadian di beberapa daerah karena adanya isu-isu  kecil yang akhirnya membesar. Untuk itu perlu penanganan yang serius tetapi tidak dapat di selesaikan secara instan.

“Perlu adannya win-win solution untuk menjadikan Kabupaten Nganjuk menjadi wilayah yang aman tentram dan kondusif. Saya bersama Bupati dan Dandim sepakat untuk mengadakan acara ngopi bareng bertajuk warung Kamtibmas. Satu suara diatas kita solid dibawah artinya tak hanya level atas yang kita rangkul tapi di bawah kita juga harus bergandengan tangan,” paparnya.

Melalui kegiatan ini menurut Handono sangat evektif untuk melakukan dialog dengan berbagi lihak dan pesan pesan kamtibmas bisa lebih cair. (may/hd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.