JAKARTA, ifakta.co – Bursa calon Kapolri selalu menarik perhatian publik, mengingat vitalnya peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Nama Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini mencuat dengan dukungan kuat dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji. Golkar bahkan menegaskan Komjen Suyudi adalah sosok paling tepat memimpin institusi Bhayangkara, sebuah pernyataan yang menarik perhatian banyak pihak.
Dukungan tersebut disampaikan Sarmuji di Jakarta, Kamis, sehari setelah DPR memberikan persetujuannya terhadap pencalonan Komjen Suyudi sebagai Kapolri. “Komjen Suyudi adalah sosok yang tepat untuk memimpin Polri ke depan. Sesuai Undang-Undang Kepolisian, Kapolri diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR, dan DPR telah memberikan persetujuannya hari ini,” kata Sarmuji.
Mengapa Golkar begitu yakin? Sarmuji menyoroti rekam jejak Suyudi yang dinilai sangat lengkap. Kariernya adalah cerminan dedikasi dan profesionalisme. Ia ditempa sejak dini di bidang reserse dan penyidikan, membentuk naluri penegakan hukum dan fondasi kokoh dalam penanganan kasus.
Iklan
Suyudi juga memimpin sejumlah satuan kewilayahan, mengasah kemampuan manajemen konflik dan pelayanan masyarakat. Puncaknya, ia menjabat Wakapolda Metro Jaya, lalu dipercaya sebagai Kapolda Banten. Pengalaman di Banten ini menurut Sarmuji bukti ketegasannya. “Komjen Suyudi tidak hanya penyidik andal, tetapi juga pemimpin tegas ke dalam. Saat menjabat Kapolda Banten, beliau tidak ragu menindak anggotanya yang diduga tidak profesional. Ketegasan seperti inilah yang dibutuhkan Polri,” ucap Sarmuji, menegaskan komitmen Suyudi terhadap integritas.
Poin krusial lain adalah kapasitas Komjen Suyudi menghadapi kejahatan lintas negara. Terutama setelah ia dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025. Ini mengindikasikan kepercayaan besar negara terhadap kemampuannya menangani ancaman transnasional yang kompleks.
Sebagai Kepala BNN, kepemimpinan Suyudi telah membuktikan kemampuannya memerangi gembong narkoba internasional. Sarmuji menyoroti keberhasilan BNN di bawah komando Suyudi menangkap buronan internasional, aktor utama penyelundupan dua ton sabu. Operasi besar ini melibatkan kerja sama lintas negara di Kamboja.
“Itu capaian penting. Bandar besar yang bersembunyi di luar negeri pun bisa dijangkau. Pengalaman ini akan menjadi modal berharga bagi Polri dalam memerangi narkoba dan kejahatan transnasional,” kata Sarmuji. Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas investigasi, diplomasi, dan koordinasi efektif, skill penting bagi Kapolri di era globalisasi.
Dengan rekam jejak solid, Sarmuji optimistis di bawah Komjen Suyudi, Polri akan semakin baik dan mampu menjawab tantangan masa depan. Pucuk pimpinan Polri menuntut kebijaksanaan, ketegasan, dan visi jauh ke depan.
Sarmuji juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin Polri sejak 2021. Transisi kepemimpinan adalah momen penting untuk refleksi dan pembaruan institusi.
“Kami berterima kasih kepada Jenderal Listyo atas dedikasinya. Kini saatnya Polri melangkah ke babak baru bersama Komjen Suyudi, tetap menjaga netralitas, soliditas, dan sinergi dengan TNI serta seluruh elemen bangsa,” pesan Sarmuji. Pesan ini menekankan nilai-nilai fundamental Polri.
Dengan dukungan kuat dari Partai Golkar dan rekam jejak teruji, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto diharapkan dapat membawa Polri menuju era baru yang lebih profesional, akuntabel, dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.(wl/wl)



