JAKARTA, ifakta.co – Presiden RI Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Dalam perombakan terbaru tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat posisi baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Pelantikan Listyo Sigit berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang kemudian bergeser ke posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 105/P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Regirma Agraria Nasional.

Iklan

Dalam prosesi pelantikan, Listyo Sigit mengucapkan sumpah jabatan yang didiktekan langsung oleh Prabowo.

“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Sigit mengucapkan sumpah jabatan yang didiktekan Prabowo saat proses pelantikan di Istana Negara, Jakarta.

Perombakan kabinet kali ini menjadi reshuffle ketujuh yang dilakukan Prabowo sejak memimpin pemerintahan.

Sebelumnya, Prabowo melakukan reshuffle pada September 2026. Dalam perombakan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan.

Posisi Menteri Keuangan kemudian diberikan kepada Wamenkeu Suahasil Nazara. Ia dilantik menggantikan Purbaya pada 14 September 2026.

Perjalanan Karier Listyo Sigit

Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon pada 5 Mei 1969. Ia mulai membangun karier di kepolisian setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada 1991.

Kariernya berkembang melalui sejumlah penugasan di berbagai wilayah dan satuan kepolisian. Pada 1999, Listyo Sigit dipercaya memimpin Polsek Duren Sawit.

Empat tahun kemudian, ia mendapat tugas sebagai Kapolsek Tambora. Karier Listyo Sigit kembali meningkat ketika pada 2011 ia dipercaya menjadi Kapolres Kota Surakarta.

Setahun berselang, Listyo Sigit mendapat penugasan di Jakarta. Ia menjabat Kepala Subdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

Kedekatan Listyo Sigit dengan Joko Widodo juga terbentuk ketika ia bertugas di Surakarta. Saat itu, Joko Widodo menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Setelah Joko Widodo memenangkan Pilpres 2014, Listyo Sigit kemudian dipercaya menjadi ajudan presiden.

Karier Listyo Sigit di tubuh Polri terus berkembang. Pada 2018, ia mendapat penugasan sebagai pemimpin Polisi Daerah Banten sekaligus Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Setelah itu, Listyo Sigit kembali menangani bidang reserse. Pada Desember 2019, ia diangkat menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri untuk menggantikan Idham Aziz.

Ia menduduki posisi tersebut hingga Januari 2021. Selain pendidikan di Akpol, Listyo Sigit juga menyelesaikan pendidikan S2 Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia.

Puncak karier Listyo Sigit di institusi kepolisian terjadi pada awal 2021. Namanya diajukan sebagai calon tunggal Kapolri melalui Surat Presiden kepada DPR.

Presiden Joko Widodo kemudian secara resmi melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021.

Selama lima tahun delapan bulan memimpin Polri, Listyo Sigit menangani berbagai perkara dan peristiwa besar yang mendapat perhatian publik.

Sejumlah kasus yang muncul dalam periode kepemimpinannya antara lain perkara Ferdy Sambo, tragedi Kanjuruhan di Malang, serta insiden demonstrasi pada Agustus 2025.

Kini, masa jabatan Listyo Sigit sebagai Kapolri berakhir pada Kamis (1/10/2026). Rapat Paripurna DPR menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru untuk menggantikan Listyo Sigit.

Setelah meninggalkan jabatan Kapolri, Listyo Sigit mendapat tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan dalam pemerintahan Prabowo Subianto.

(sib/lex)

Iklan