JAKARTA, ifakta.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada Indonesia saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9).

Dalam pidatonya, Trump membahas rencana pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional ke Jalur Gaza. Misi tersebut menjadi bagian dari program Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Trump menyebut sejumlah negara yang telah menyatakan komitmen untuk mendukung misi tersebut. Indonesia menjadi salah satu negara yang disebut dalam pidato Presiden AS tersebut.

Iklan

“Saya juga ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan yang lain,” kata Trump di Sidang PBB.

Indonesia sebelumnya menyatakan komitmen untuk mengirim 8.000 personel dalam misi perdamaian dan stabilisasi di Gaza. Namun, pelaksanaan rencana tersebut hingga kini masih tertunda.

Penundaan itu berkaitan dengan perkembangan konflik di Timur Tengah. Pada Maret lalu, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa pembahasan mengenai Board of Peace ditangguhkan atau berstatus on hold menyusul konflik yang berlangsung di kawasan tersebut.

Trump mengatakan Board of Peace memiliki peran penting dalam rencana stabilisasi Gaza. Menurut dia, hampir 30 negara telah bergabung dalam badan tersebut.

“Kelompok ini akan menjadi kelompok yang sangat penting. Hampir 30 negara telah bergabung dengan dewan ini, yang dengan bangga saya pimpin,” kata Trump.

Selain dukungan personel, Trump juga menyoroti kontribusi pendanaan dari negara-negara anggota BoP. Menurut dia, sejumlah negara telah menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk membantu masyarakat Gaza.

Trump menyebut Qatar, Kuwait, Kazakhstan, Arab Saudi, dan Turki sebagai beberapa negara yang telah memberikan kontribusi. Dana tersebut, menurut Trump, diarahkan untuk membantu kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya rekonstruksi Gaza.

“Negara-negara tersebut telah menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa, dan negara-negara lain pun turut serta memberikan kontribusi dalam jumlah yang sulit dipercaya, karena mereka ingin melihat masyarakat tetap hidup,” kata Trump.

“Dana tersebut disalurkan langsung ke sumbernya, tepat ke tempat yang membutuhkan dan mereka sangat membutuhkannya,” imbuh dia.

Board of Peace sendiri terbentuk sebagai bagian dari rencana 20 poin yang diusulkan Amerika Serikat. Rencana tersebut kemudian mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB dalam bentuk resolusi.

Di sisi lain, kondisi di Jalur Gaza menjadi salah satu latar belakang utama pembahasan mengenai misi stabilisasi dan rekonstruksi. Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan banyak korban jiwa serta kerusakan pada rumah dan fasilitas publik.

Berdasarkan materi yang menjadi dasar artikel ini, lebih dari 73.000 warga Palestina disebut tewas akibat konflik tersebut. Ratusan ribu rumah dan fasilitas mengalami kerusakan, sementara jutaan orang terpaksa mengungsi.

Setelah konflik berlangsung selama sekitar dua tahun, Israel dan Hamas kemudian menyepakati gencatan senjata berdasarkan usulan yang diajukan Amerika Serikat.

Namun, situasi di Gaza tetap belum sepenuhnya stabil. Dalam periode setelah kesepakatan tersebut, serangan oleh pasukan Israel masih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Gaza.

Dalam konteks itu, rencana pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional menjadi bagian dari pembahasan mengenai penanganan kondisi Gaza. Indonesia termasuk negara yang telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi, meski pelaksanaan pengiriman personel masih menunggu perkembangan situasi dan pembahasan lebih lanjut.

(faz/fza)

Iklan