JAKARTA, ifakta.co – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Korban berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan seorang nelayan pada Selasa (22/9) sore.
Korban ditemukan pada pukul 15.56 WIB di koordinat 3°33’6.34″S 111°41’33.69″E. Setelah ditemukan, korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi.
Dengan penemuan tersebut, jumlah korban KM Virgo Transport 8 yang telah ditemukan hingga Rabu (23/9) mencapai 127 orang. Rinciannya terdiri dari 108 orang selamat dan 19 orang meninggal dunia.
Iklan
Sementara itu, sebanyak 116 orang lainnya masih dalam pencarian. Seluruh data tersebut mengacu pada manifest kapal yang mencatat total 243 orang.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan operasi pencarian masih terus dilanjutkan. Tim SAR mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti, karena bagi keluarga, setiap korban yang ditemukan adalah harapan untuk mendapatkan kepastian,” kata Syafii dalam keterangannya, Rabu.
Pada operasi pencarian Rabu, KN SAR Pacitan bergerak menuju lokasi kejadian perkara (LKP) pada pukul 06.20 WITA. Kapal tersebut membawa 97 personel untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.
Sebelum bergerak menuju lokasi, tim juga telah memuat berbagai peralatan selam dan satu unit rubber boat dari TB Jaya Dragon. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung pencarian, terutama di area badan kapal yang berada di bawah permukaan laut.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, kapal sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin setelah bertolak pada Sabtu (12/9).
Kapal yang membawa 243 orang tersebut diduga mengalami masalah akibat kondisi cuaca buruk. Pada hari yang sama, KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam keadaan terbalik di perairan Laut Jawa.
Upaya pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan penyelam dari Basarnas dan TNI AL. Dalam operasi pada Selasa (22/9), tim penyelam gabungan berhasil membuka akses menuju bagian dalam kapal.
“Kami juga sudah berhasil membuka akses ya, berupa pemecahan kaca-kaca jendela-jendela di beberapa buah kamar,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana dalam konferensi pers, Selasa malam.
Setelah akses terbuka, penyelam berupaya menyusuri bagian dalam KM Virgo Transport 8. Dalam proses tersebut, tim juga melihat sejumlah korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal.
Namun, kondisi bawah laut menjadi kendala dalam proses pencarian. Air yang keruh serta arus laut yang cukup kuat membuat penyelam belum dapat melakukan penyisiran dan evakuasi secara maksimal.
Sudayana berharap kondisi cuaca dan arus laut pada Rabu membaik. Kondisi tersebut diperlukan agar tim dapat meningkatkan proses pencarian sekaligus evakuasi korban di bawah permukaan laut.
“Sehingga tim akan lebih banyak bisa melaksanakan proses-proses evakuasi di bawah laut, di badan kapal, terutama di kompartemen-kompartemen, khususnya di ruang atau di kamar-kamar tidur para penumpang, baik yang kelas ekonomi maupun kelas eksekutif,” tutur dia.
Menurut Sudayana, pencarian saat ini dipusatkan di area badan kapal. Fokus tersebut dilakukan karena tim telah menemukan indikasi adanya sejumlah penumpang yang masih terjebak di dalam kapal.
“Saat ini adalah pencarian fokus di bawah permukaan berupa pencarian di area badan kapal. Jadi, kita fokusnya di sana karena memang sudah banyak juga kita dapatkan penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kapal, saat ini masih kita fokus di kamar-kamar,” sambungnya.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 masih berlangsung dengan mengutamakan pencarian korban di sekitar badan kapal dan ruang-ruang penumpang. Tim gabungan terus berupaya memanfaatkan seluruh informasi serta temuan di lapangan untuk mempercepat proses pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga korban.
(sib/lex)



