TANGERANG, ifakta.co – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka Pesta Nelayan atau Sedekah Laut 2026 yang digelar masyarakat Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (13/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Maesyal Rasyid mengapresiasi masyarakat yang masih mempertahankan tradisi Pesta Nelayan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir.
Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil laut, tetapi juga memperkuat gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan laut.
Iklan
“Saya mengapresiasi masyarakat Desa Surya Bahari yang sampai hari ini masih menjaga tradisi Pesta Nelayan ini. Tradisi seperti ini penting untuk terus kita lestarikan karena di dalamnya ada nilai syukur, gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam,” ujar Maesyal.
Ia menegaskan, Pesta Nelayan memiliki makna sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat pesisir. Selain menjadi sarana silaturahmi, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui potensi wisata budaya dan aktivitas usaha di kawasan pesisir.
Pemkab Tangerang, kata Maesyal, terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Dukungan tersebut mencakup penguatan kapasitas nelayan, bantuan sarana penangkapan ikan, hingga pengembangan kemampuan pengolahan hasil laut agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Kita ingin para nelayan bukan hanya kuat menghadapi tantangan di laut, tetapi juga semakin sejahtera kehidupannya di darat. Kalau nelayan sejahtera, keluarga nelayan sejahtera, maka masyarakat pesisir juga akan semakin kuat,” katanya.
Tekankan Kelestarian Laut
Di tengah upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan, Maesyal juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan, termasuk mengambil hasil laut secara berlebihan serta mencemari laut dan kawasan pantai.
“Kalau laut memberikan kehidupan kepada kita, maka kita juga harus memberikan kehidupan kepada laut. Jangan sampai kita mengambil hasil laut secara berlebihan, jangan merusak ekosistemnya, jangan mencemari laut dan pantai kita,” tegasnya.
Maesyal menilai keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir sangat bergantung pada kondisi laut. Karena itu, pemanfaatan sumber daya laut harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestariannya.
“Nelayan sejati bukan hanya mereka yang mampu mendapatkan hasil dari laut, tetapi juga mereka yang mampu menjaga laut agar tetap memberikan kehidupan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia sekaligus mengajak masyarakat mendoakan kelancaran pembangunan di Kabupaten Tangerang serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mohon doanya juga kepada semua masyarakat untuk kelancaran pembangunan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang,” imbuhnya.
Maesyal berharap Pesta Nelayan Desa Surya Bahari dapat terus dipertahankan sebagai tradisi masyarakat pesisir sekaligus dikembangkan menjadi potensi wisata budaya dan penggerak perekonomian lokal.
“Semoga rezeki yang didapatkan para nelayan tidak hanya membawa keberkahan dan manfaat untuk kehidupan di dunia, tetapi juga menjadi amalan kebaikan untuk akhirat kelak,” pungkasnya.
Pesta Nelayan atau Sedekah Laut 2026 tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Desa Surya Bahari untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menegaskan pentingnya menjaga hubungan berkelanjutan antara masyarakat pesisir dan laut sebagai sumber kehidupan.
(sib/lex)



