JAKARTA, ifakta.co – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat penegak hukum mengusut secara tuntas kematian seorang warga dalam kerusuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026) malam.
Puan menyampaikan permintaan tersebut saat ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (1/9). Ia menegaskan aparat perlu mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan warga tersebut meninggal dunia.
“Ya kita minta semuanya itu diselidiki oleh pihak penegak hukum dengan tuntas dan kita lihat apa yang terjadi dan ya dituntaskan dengan sebaik-baiknya,” kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (1/9).
Iklan
Saat ditanya mengenai keberadaan organisasi masyarakat GRIB Jaya ketika kericuhan berlangsung, Puan tidak memberikan penjelasan secara rinci.
Ia kembali menekankan pentingnya proses hukum untuk mengungkap penyebab kematian warga tersebut. Menurut Puan, aparat harus memastikan seluruh persoalan dalam kerusuhan itu mendapat penanganan secara menyeluruh.
“Dari awal kami kan sudah meminta bahwa aspirasi itu supaya dilaksanakan dengan tertib dan jangan sampai kemudian terjadi keributan apalagi pengrusakan. Jadi kami meminta pada aparat terkait bisa menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengonfirmasi adanya satu korban meninggal dunia dalam kerusuhan yang berlangsung setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (27/8) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga tersebut. Polisi kemudian menjelaskan kronologi awal proses evakuasi korban di kawasan Pejompongan, Jakarta Barat.
“Pertama kami sampaikan belasungkawa terhadap satu warga kita yang berpulang,” ujar Budi dalam konferensi pers, Jumat (28/8).
Menurut Budi, petugas menerima informasi mengenai kerusuhan yang masih berlangsung di kawasan Pejompongan. Situasi yang belum aman membuat petugas tidak dapat langsung mengevakuasi warga tersebut.
Setelah kondisi memungkinkan, petugas akhirnya mengevakuasi korban. Saat itu, korban yang berjenis kelamin pria sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Petugas kemudian membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Korban dibawa ke RS Angkatan Laut Mintoharjo.
“Rumah sakit terdekat adalah RS Angkatan Laut Mintoharjo, tapi pada saat penanganan di rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia,” jelasnya.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu dampak dari kerusuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR. Puan meminta aparat mengusut peristiwa itu secara tuntas agar rangkaian kejadian serta penyebab meninggalnya warga dapat diketahui secara jelas.
(rom/cing)



