JAKARTA, ifakta.co – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Puan menegaskan seluruh jalur diplomasi harus dimaksimalkan, termasuk melalui Board of Peace yang melibatkan Indonesia dan Israel dalam forum tersebut.

“Semua hal yang bisa dilakukan sebaiknya segera dilakukan oleh pemerintah untuk bisa segera membebaskan WNI yang ditawan oleh Israel,” ujar Puan di kompleks parlemen, Kamis (21/5/2026).

Iklan

Menurut Puan, DPR RI mengecam tindakan Israel yang menangkap para relawan kemanusiaan, termasuk sembilan WNI yang tergabung dalam armada bantuan menuju Gaza.

Ia meminta pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat untuk memastikan para relawan Indonesia segera dibebaskan.

“Kami meminta agar segera dibebaskan WNI yang ditawan dan kami meminta pemerintah dan seluruh stakeholder untuk bisa secepatnya melakukan hal-hal yang diperlukan,” katanya.

Berdasarkan laporan AFP, aparat Israel menangkap sekitar 430 aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya merupakan warga negara Indonesia.

Seluruh aktivis dilaporkan ditahan di pelabuhan Ashdod, Israel, setelah armada mereka dicegat saat berupaya menuju Jalur Gaza.

Sembilan WNI tersebut diketahui merupakan bagian dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

Armada itu membawa misi untuk menembus blokade Israel di Gaza sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keberangkatan armada kemanusiaan tersebut. Ia menyebut misi itu sebagai upaya untuk melemahkan blokade Israel terhadap Hamas di Gaza.

Netanyahu bahkan menyebut pelayaran tersebut sebagai “skema jahat yang dirancang untuk mematahkan blokade Israel terhadap teroris Hamas di Gaza.”

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh relawan, termasuk sembilan WNI, telah dibawa ke pelabuhan Ashdod usai penangkapan dilakukan aparat Israel.

“Kalau info dari sekretariat GPCI, semua (relawan) dibawa ke pelabuhan Ashdod termasuk 9 WNI,” kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Rabu (20/5) malam.

(sib/lex)