JOMBANG, ifakta.co – Ribuan Nahdliyin memadati area penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Suasana penutupan Muktamar ke-35 NU semakin semarak saat para peserta disambut lantunan lagu Lir-Ilir yang dibawakan Nasyid Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Lagu karya Sunan Kalijaga atau Raden Syahid itu menggema di area GSG Bahrul Ulum dan menyambut kedatangan ribuan Nahdliyin yang hadir dalam agenda penutupan Muktamar NU.

Iklan

“Lir-ilir, lir-ilir (Bangunlah, bangunlah!), Tandure wus sumilir (Tanamannya sudah bersemi), Tak ijo royo-royo (berkilau menghijau), Tak senggo temanten anyar (Bagaikan pengantin baru),” nyanyi vokalis Nasyid Bahrul Ulum tersebut.

Salah seorang personel Nasyid Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Albilazuardi Imani, mengaku bahagia mendapat kesempatan tampil dalam penutupan Muktamar ke-35 NU.

“Alhamdulillah rasanya sangat-sangat bahagia, Mas. Rasanya juga mau dikenang gitu seumur hidup,” katanya.

Sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama juga telah hadir di lokasi penutupan Muktamar ke-35 NU. Mereka di antaranya Rais Aam PBNU terpilih K.H. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU terpilih K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga tampak berada di GSG Bahrul Ulum Tambakberas.

“Wartawan, kamu kaya santri semua ya,” canda Gus Ipul kepada wartawan yang hadir.

Selain itu, Ketua Umum demisioner PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya turut hadir bersama Wakil Ketua Umum demisioner PBNU K.H. Amin Said Husni.

Menjelang penutupan Muktamar ke-35 NU, panitia lokal melakukan sterilisasi area Aula GSG Bahrul Ulum Tambakberas. Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden dijadwalkan tiba untuk menghadiri agenda penutupan Muktamar ke-35 NU.

Melalui pengeras suara, panitia meminta seluruh peserta yang masih berada di dalam gedung untuk sementara meninggalkan area agar proses sterilisasi dapat dilakukan bersama aparat pengamanan.

“Dimohon dengan hormat seluruh hadirin yang masih di dalam Gedung Serba Guna, untuk meninggalkan area sementara waktu. Karena panitia lokal bersama aparat pengamanan presiden lain akan mensterilkan Arena Penutupan Muktamar ke-35 NU,” demikian pengumuman yang disampaikan melalui pengeras suara.

Pantauan di lokasi, sejumlah panitia lokal bersama anggota Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) turut mengarahkan para peserta dan tamu yang masih berada di dalam Aula GSG Bahrul Ulum Tambakberas untuk keluar sementara waktu.

“Ngapunten poro kiai dan bu nyai semua untuk meninggalkan sejenak tempat ini,” kata salah seorang anggota Banser.

Di sisi lain, panitia bagian konsumsi terlihat sibuk menyiapkan bingkisan bagi para peserta yang hadir dalam acara penutupan Muktamar ke-35 NU.

Bingkisan berwarna hijau tersebut terdiri atas dua kotak. Kotak pertama berisi makanan berat yang terdiri atas nasi, ayam goreng, sambal, timun, bihun, tahu, dan orek tempe.

Sementara itu, kotak kedua berisi tiga buah roti.

Pengamanan di sekitar GSG Bahrul Ulum Tambakberas juga semakin diperketat. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah disiagakan di sejumlah titik.

Sejumlah kendaraan lapis baja juga terlihat berada di sekitar lokasi penutupan Muktamar ke-35 NU. Aparat memperketat pengamanan di pintu masuk GSG Bahrul Ulum Tambakberas menjelang rangkaian agenda penutupan dan kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

(may/may)

Iklan