JAKARTA, ifakta.co – SEFAS Group sepakat mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU Shell di Indonesia.
Namun, proses akuisisi SPBU Shell Indonesia tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan sejumlah persyaratan umum lainnya.
CEO SEFAS Group Ricky Roesli mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi langkah bisnis baru bagi perusahaannya dalam mendukung perkembangan sektor ritel energi nasional.
Iklan
“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” kata Ricky dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut Ricky, SEFAS Group akan melanjutkan proses akuisisi hingga memperoleh kepemilikan penuh atas bisnis SPBU Shell Indonesia.
Perusahaan memperkirakan seluruh proses transaksi dapat diselesaikan pada tahun ini.
SEFAS Group, kata dia, memprioritaskan kelancaran proses transisi. Perusahaan juga berkomitmen menjaga kegiatan operasional agar tetap berjalan aman dan andal selama proses pengalihan kepemilikan.
Meski bisnis SPBU Shell Indonesia akan beralih kepemilikan, pelanggan tetap akan menemukan merek Shell di Indonesia melalui skema lisensi merek.
SEFAS Group juga memastikan kesinambungan layanan tetap terjaga bagi pelanggan, karyawan, maupun para mitra bisnis.
“Kepemilikan lokal memberikan landasan yang kuat bagi fase pengembangan bisnis selanjutnya. Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling terpercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan SEFAS merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia.
Menurut dia, SEFAS memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah dibangun untuk mendukung pengembangan bisnis pada tahap berikutnya.
“Selain itu kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya,” katanya menambahkan.
(faz/fza)


