JAKARTA, ifakta.co – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang mencatat 203 kasus baru HIV selama periode Januari hingga April 2026. Temuan tersebut berasal dari sejumlah kelompok masyarakat yang memiliki risiko penularan HIV.
Pengelola Program KPA Kabupaten Tangerang, Eko Darmawan, mengatakan kasus tersebut ditemukan pada beberapa kelompok, antara lain wanita pekerja seks, pengguna napza suntik, pelanggan pekerja seks komersial (PSK), serta laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).
“Namun HIV didominasi oleh gay atau laki-laki seks laki-laki (LSL),” kata Eko, Kamis (13/8/2026).
Iklan
Menurut Eko, tingginya temuan pada kelompok LSL berkaitan dengan risiko penularan melalui hubungan seksual anal tanpa pelindung.
Ia menegaskan, penjelasan tersebut berkaitan dengan faktor risiko medis dan tidak dimaksudkan untuk menyalahkan identitas maupun orientasi seksual seseorang.
“Secara medis, hubungan seks anal tanpa pelindung memang memiliki risiko penularan HIV yang lebih tinggi dibanding jenis hubungan seksual lain. Ini alasan ilmiah, bukan soal menyalahkan kelompok tertentu,” jelasnya.
Karena itu, KPA Kabupaten Tangerang tetap memberikan layanan pemeriksaan dan pencegahan HIV secara inklusif kepada seluruh kelompok yang memiliki risiko penularan.
Eko juga mengingatkan bahwa tingginya jumlah kasus yang ditemukan tidak serta-merta menunjukkan peningkatan penularan HIV.
Sebagian kasus, kata dia, teridentifikasi melalui kegiatan penjangkauan dan pemeriksaan dini yang KPA lakukan bersama jaringan komunitas.
“Untuk menekan angka penularan, KPA Kabupaten Tangerang menggencarkan penjangkauan lewat mitra komunitas, penyediaan layanan tes HIV, serta edukasi penggunaan alat pelindung dan Pra-Pajanan Profilaksis bagi populasi berisiko,” ujarnya.
Selain memperluas penjangkauan, KPA mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan HIV secara berkala.
Deteksi dini memungkinkan seseorang mengetahui status HIV lebih cepat sehingga dapat memperoleh layanan kesehatan yang sesuai.
Eko mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan HIV yang tersedia di puskesmas dan rumah sakit yang masuk dalam jaringan layanan KPA Kabupaten Tangerang.
Ia memastikan masyarakat dapat menjalani pemeriksaan tersebut secara gratis dan rahasia. Langkah itu diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat melakukan tes HIV tanpa rasa takut maupun stigma.
KPA Kabupaten Tangerang juga terus mendorong edukasi mengenai pencegahan HIV agar masyarakat memahami faktor risiko, pentingnya perlindungan dalam hubungan seksual, serta manfaat pemeriksaan secara berkala.
(mam/mam)



