SEMARANG, ifakta.co  – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat mengenai potensi dampak karat pada atap seng terhadap kesehatan. 

Menurutnya, penggunaan seng yang mudah berkarat sebaiknya mulai dikurangi dan diganti dengan material yang lebih aman, seperti genteng.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7).

Iklan

Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia pada masa lalu tidak menggunakan seng sebagai bahan utama atap rumah. Sebaliknya, mereka memanfaatkan material alami seperti ijuk dan rumbai.

“Aslinya bangsa Indonesia tidak make seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai, kalau tidak kita harus cari,” ujar Prabowo.

Presiden menilai penggunaan genteng lebih baik dibandingkan seng karena telah lama digunakan masyarakat Indonesia dan dinilai lebih aman.

“Genteng bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genteng. Seng ini cepat berkarat. Karat ini tidak baik untuk kesehatan,” katanya.

Prabowo menegaskan bahwa karat yang muncul pada seng dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan apabila terus terpapar dalam jangka panjang.

Ia juga mengaitkan meningkatnya kasus gangguan paru-paru pada kalangan muda dengan berbagai faktor lingkungan, bukan hanya kebiasaan merokok.

Menurut Prabowo, sejumlah bahan kimia di lingkungan, termasuk karat dan asbes, patut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

“Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru, padahal dia enggak merokok. Dari mana? Ya, dari karat, dari asbes, dari macam-macam kimiawi,” tuturnya.

Melalui pernyataan tersebut, Prabowo mendorong penggunaan material bangunan yang dinilai lebih aman bagi kesehatan sekaligus mengingatkan pentingnya memperhatikan kualitas lingkungan tempat tinggal.

(yes/my)

Iklan