JAKARTA, ifakta.co – Kulit manggis sering kali berakhir di tempat sampah setelah daging buahnya habis. Padahal, bagian berwarna ungu tua tersebut menyimpan banyak senyawa aktif yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh. Berkat kandungan antioksidan yang tinggi, kulit manggis bahkan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan berbagai produk herbal.
Popularitas kulit manggis terus meningkat seiring berkembangnya penelitian mengenai kandungan xanthone. Senyawa ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiradang yang kuat. Selain itu, kulit manggis juga mengandung vitamin C, serat, polifenol, tanin, serta antosianin yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Kandungan Nutrisi dan Senyawa Aktif Kulit Manggis
Kulit manggis mengandung beragam zat yang berpotensi memberikan efek baik bagi tubuh. Salah satu kandungan utamanya adalah xanthone, yaitu senyawa antioksidan yang banyak diteliti karena aktivitas biologisnya.
Iklan
Selain xanthone, kulit manggis juga mengandung:
- Vitamin C
- Serat
- Polifenol
- Tanin
- Antosianin
- Alpha-mangostin
- Gamma-mangostin
- Senyawa antiradang alami
Kombinasi berbagai senyawa tersebut membantu melawan radikal bebas sekaligus mendukung perlindungan sel tubuh dari stres oksidatif.
Membantu Memperkuat Daya Tahan Tubuh
Sistem imun membutuhkan asupan antioksidan dan vitamin yang cukup agar dapat bekerja optimal. Kulit manggis mengandung vitamin C serta berbagai antioksidan yang berperan melindungi sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak kulit manggis berpotensi membantu mengurangi peradangan. Ketika peradangan terkendali, tubuh dapat mempertahankan fungsi kekebalan dengan lebih baik.
Berpotensi Mengontrol Kadar Gula Darah
Kulit manggis juga sering dikaitkan dengan pengendalian kadar gula darah. Kandungan xanthone diduga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kadar glukosa tetap stabil.
Karena itu, ekstrak kulit manggis kerap digunakan sebagai salah satu bahan herbal pendukung bagi penderita diabetes. Meski demikian, penelitian pada manusia masih terbatas. Oleh sebab itu, penderita diabetes tetap perlu mengikuti pengobatan dokter dan tidak mengganti terapi utama dengan herbal.
Membantu Menurunkan Kolesterol
Kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis berpotensi membantu mengendalikan kadar lemak darah.
Efek tersebut diduga berasal dari kombinasi antioksidan, sifat antiradang, dan kandungan serat di dalam kulit manggis. Dengan berkurangnya peradangan serta oksidasi kolesterol jahat, kesehatan pembuluh darah dapat lebih terjaga.
Mendukung Kesehatan dan Elastisitas Kulit
Manfaat kulit manggis tidak hanya berkaitan dengan kesehatan organ dalam. Berbagai produk perawatan kulit juga memanfaatkan ekstrak kulit manggis karena kandungan antioksidannya.
Antioksidan membantu melindungi sel kulit dari paparan sinar ultraviolet dan radikal bebas. Selain itu, sifat antiradang pada kulit manggis juga berpotensi menjaga elastisitas kulit sehingga kulit tampak lebih kencang dan sehat.
Membantu Meredakan Peradangan
Peradangan kronis dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan sendi dan penyakit metabolik. Kandungan xanthone, khususnya alpha-mangostin dan gamma-mangostin, diketahui memiliki sifat antiradang.
Berkat efek tersebut, kulit manggis berpotensi membantu meredakan respons peradangan dalam tubuh. Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan dosis yang tepat pada manusia.
Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker
Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan bahwa xanthone pada kulit manggis mampu menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker. Penelitian tersebut mencakup sel kanker payudara, paru-paru, hingga usus besar.
Meski hasilnya terlihat menjanjikan, penelitian tersebut sebagian besar masih dilakukan pada hewan atau uji laboratorium. Karena itu, kulit manggis tidak dapat digunakan sebagai terapi utama kanker dan tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang telah direkomendasikan dokter.
Cara Mengonsumsi Kulit Manggis
Kulit manggis dapat diolah menjadi teh herbal dengan merebus kulit yang telah dikeringkan. Selain itu, ekstraknya juga tersedia dalam bentuk kapsul, serbuk, maupun minuman herbal.
Jika ingin menggunakan suplemen kulit manggis, ikuti aturan pakai yang tercantum pada kemasan. Sementara itu, bagi pengguna produk perawatan kulit, lakukan uji tempel terlebih dahulu untuk memastikan tidak muncul reaksi alergi.
Walaupun manfaat kulit manggis cukup beragam, konsumsinya tetap perlu dilakukan secara bijak. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika memiliki penyakit tertentu, sedang hamil, menyusui, atau rutin mengonsumsi obat agar terhindar dari efek samping maupun interaksi obat.
(naf/lex)


