BANYUMAS , ifakta.co – Stabilitas harga pangan masih menjadi fokus pemerintah di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Karena itu, Kementerian Perdagangan terus memantau langsung kondisi harga dan pasokan kebutuhan pokok di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Banyumas.
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Komitmen tersebut ia sampaikan usai meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Manis Purwokerto bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag juga didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana, Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi.
Iklan
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada dalam kondisi stabil. Bahkan, beberapa komoditas strategis tercatat sesuai dengan Harga Acuan (HA) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Budi menjelaskan harga beras medium di Pasar Manis berada di angka Rp13.500 per kilogram. Angka tersebut masih sesuai dengan ketentuan HET untuk wilayah Jawa Tengah.
Selain itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog dijual sekitar Rp12.000 per kilogram. Harga tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan HET yang ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram.
Tidak hanya beras, harga minyak goreng Minyakita juga masih sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter. Sementara itu, harga gula pasir berada di kisaran Rp17.500 per kilogram atau sesuai Harga Acuan pemerintah.
Menurut Budi, kondisi pasar saat ini menunjukkan tren positif karena sejumlah komoditas hortikultura mulai mengalami penurunan harga.
“Hasil pemantauan kami menunjukkan harga bawang merah, bawang putih, dan cabai sudah mengalami penurunan. Untuk cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram,” katanya (25/6).
Penurunan harga cabai juga dirasakan para pedagang di Pasar Manis Purwokerto. Salah seorang pedagang, Kamisah, mengatakan harga cabai mulai turun dalam sepekan terakhir setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan.
Meski demikian, ia berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga karena komoditas cabai dikenal memiliki fluktuasi yang cukup tinggi sepanjang tahun.
Pemerintah Perkuat Pengawasan Harga dan Pasokan Pangan
Selain cabai, sejumlah komoditas peternakan juga menunjukkan tren penurunan harga. Harga telur ayam saat ini berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Adapun harga daging ayam berkisar Rp36.000 per kilogram.
Budi menegaskan pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar tidak merugikan pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen.
Menurutnya, harga pangan yang terlalu rendah dapat merugikan peternak dan produsen. Sebaliknya, harga yang terlalu tinggi juga akan membebani masyarakat.
Karena itu, pemerintah berupaya mencari titik keseimbangan agar seluruh pihak memperoleh manfaat yang adil.
“Jika harga terlalu rendah, kasihan peternak. Sebaliknya, jika di atas Harga Eceran Tertinggi, kasihan konsumen. Maka kita cari titik temu. Ketika harga telur dan daging ayam ini turun, kami langsung menghubungi pihak hotel, restoran, kafe, serta ritel modern untuk memaksimalkan penyerapan produk peternak agar harga kembali stabil,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Kementerian Perdagangan juga mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok yang terhubung dengan ratusan petugas di seluruh Indonesia.
Saat ini, sistem tersebut melibatkan sekitar 550 kontributor yang tersebar di 514 kabupaten dan kota. Mereka bertugas memantau perkembangan harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok setiap hari.
“Petugas di lapangan melakukan pengecekan harga dan pasokan setiap hari, kemudian datanya diperbarui secara real time ke sistem pusat,” jelas Budi.
Ia menambahkan kehadiran pemerintah secara langsung di pasar tradisional memiliki manfaat yang besar. Selain memperkuat pengawasan, langkah tersebut juga mampu memberikan rasa aman bagi pedagang dan konsumen.
Di sisi lain, pemerintah dapat lebih cepat mendeteksi potensi gangguan distribusi maupun lonjakan harga yang berisiko mengganggu stabilitas pasar.
Terkait beberapa komoditas yang masih mengalami kenaikan, seperti daging sapi, pemerintah terus melakukan evaluasi. Kementerian Perdagangan kini memetakan berbagai faktor yang memengaruhi harga, mulai dari pasokan hingga distribusi.
“Kami akan terus memetakan sumber persoalan agar kebijakan yang diterapkan tepat sasaran dan mampu menjaga stabilitas harga pangan nasional,” kata Budi.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan, pemerintah berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat terjaga dan pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan yang wajar.
(naf/lex)



