MEDAN, ifakta.co – Personel Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) mengungkap dugaan ABK pesta sabu di kapal ikan KM Aries Indo XVIII yang sedang berlayar dari Belawan menuju area penangkapan ikan, Kamis (11/6).
Kadispen Kodaeral I Kolonel Laut Wahyu Kurniawan mengatakan kasus itu terkuak saat KRI Imam Bonjol-383 melaksanakan pemeriksaan dan penegakan hukum di laut, wilayah perairan Utara Pulau Pusung.
“Saat itu prajurit Kodaeral I melaksanakan pemeriksaan kapal ikan Indonesia yang berlayar dari Belawan menuju daerah penangkapan ikan (Fishing Ground),” kata Wahyu, Jumat 912/6).
Iklan
Dalam pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga terkait penyalahgunaan narkotika. Temuan itu mencakup 47 bungkus plastik kecil bekas pakai yang diduga digunakan untuk sabu-sabu; satu bungkus yang masih berisi; tiga alat isap (bong); empat korek api; serta empat botol bong plastik dengan satu di antaranya masih dalam kondisi terisi.
“Temuan tersebut menjadi indikasi kuat adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di atas kapal selama beroperasi di laut,” katanya.
Dari hasil pendalaman awal, enam orang awak kapal mengakui telah menggunakan sabu saat melaksanakan kegiatan penangkapan ikan. Pengakuan tersebut memperkuat dugaan pelanggaran hukum di atas kapal dan menjadi pijakan penyelidikan lebih lanjut.
“Keenam orang tersebut mengaku menggunakan sabu. Ini menjadi dasar bagi aparat untuk melaksanakan proses penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut guna mengungkap sumber dan jaringan yang terlibat,” ujarnya.
Selanjutnya, KRI Imam Bonjol-383 mengawal KM Aries Indo XVIII menuju Mako Kodaeral I Belawan. Kapal berhasil sandar dengan aman di Dermaga Selatan Kodaeral I untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Kodaeral I dan TNI Angkatan Laut berkomitmen mendukung pemberantasan narkotika serta menjaga perairan Indonesia tetap aman dari berbagai bentuk pelanggaran hukum. Untuk kasusnya telah dilimpahkan ke kepolisian,” ujarnya.
Kasus kini dilanjutkan ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut, sementara Kodaeral I menegaskan komitmen menjaga wilayah perairan dari pelanggaran serupa.
(cin/my)


