JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan perubahan skema tarif Transjabodetabek, yang tidak lagi dipatok Rp3.500 per perjalanan tetapi akan disesuaikan berdasarkan jarak tempuh dan karakteristik layanan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal itu di Urban Knowledge Hub, Jakarta Selatan, Senin (8/6).
“Waktu itu saya juga menyampaikan, enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp3.500 karena naik Damri, naik yang lain, itu sudah rata-rata di atas Rp100.000,” kata Pramono.
Iklan
Pramono menegaskan skema tarif resmi akan diumumkan dalam waktu dekat dan berharap pengguna memahami rencana penyesuaian tersebut.
Ia menjelaskan penentuan tarif akan mempertimbangkan jarak tempuh serta kualitas layanan yang diberikan dan tetap dibuat terjangkau untuk masyarakat.
“Maka dengan demikian, akan ada penyesuaian, angkanya akan segera diputuskan dalam waktu dekat ini,” katanya.
Selain untuk menyesuaikan tarif, Pramono mengatakan penyesuaian juga dimaksudkan untuk mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum.
Transjakarta mulai mengoperasikan rute Transjabodetabek baru SH2: Blok M – Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Maret 2026.
Pemprov DKI berencana membahas kisaran tarif untuk rute tersebut, dengan opsi sekitar Rp10.000 atau Rp15.000, sebelum memutuskan tarif akhir.
Pramono akan mengambil keputusan tarif setelah rute SH2 beroperasi selama tiga bulan dan evaluasi berjalan.
(my/my)


