BANDUNG, ifakta.co – Ikatan Wanita Keluarga (IWK) ITB menggelar seminar bertajuk “Wanita Indonesia: Sehat Fisik, Cerdas Finansial” di Aula Timur Kampus Ganesha, Rabu (29/4).
Kegiatan ini menghadirkan sekitar 300 peserta dan merangkai sesi edukatif, inspiratif, hingga hiburan yang melibatkan sivitas akademika serta keluarga besar ITB.
Sejak awal acara, panitia mengarahkan kegiatan ini sebagai ruang belajar sekaligus pemberdayaan perempuan. Selain itu, suasana hangat langsung terasa melalui interaksi antarpeserta yang aktif mengikuti rangkaian kegiatan.
Iklan
Semangat Kartini Jadi Fondasi Perempuan Modern
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., membuka kegiatan dengan menegaskan relevansi semangat Kartini dalam kehidupan perempuan masa kini. Ia mengaitkan nilai “Habis Gelap Terbitlah Terang” sebagai proses menuju kemajuan melalui pendidikan.
“Kartini menginspirasi perempuan untuk melampaui batas-batas dan meraih kemuliaan melalui pendidikan. Kita dapat merasakan hasilnya hari ini, ketika banyak perempuan Indonesia memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menyoroti peran strategis perempuan dalam menghadapi tantangan modern. Ia menilai perempuan perlu menjaga keseimbangan antara kemajuan peradaban dan nilai keluarga.
Menurutnya, kesehatan fisik dan kecerdasan finansial menjadi dua fondasi utama dalam membangun keluarga yang tangguh sekaligus melahirkan generasi unggul. Oleh karena itu, ia mengapresiasi inisiatif IWK ITB yang terus menghadirkan kegiatan edukatif.
“Kita semestinya terus mengupayakan kegiatan ini untuk memperkuat peran perempuan dan peran keluarga dalam membangun masa depan yang lebih sehat dan berdaya,” tambahnya.
Kartini Masa Kini: Berani Tumbuh dan Berdaya
Sementara itu, Ketua IWK ITB, Julia Mufidah Ahmad, mengajak peserta memaknai Hari Kartini secara lebih substantif. Ia menegaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian.
Ia juga menekankan bahwa perempuan masa kini tidak cukup hanya hadir, tetapi harus aktif berdaya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan dan pengelolaan keuangan.
“Semangat Kartini adalah panggilan untuk terus bertumbuh sebagai pribadi yang utuh, yang mampu berkontribusi dan memberikan inspirasi. Perempuan dapat mengubah dunia di sekitarnya, dimulai dari ruang dan perannya masing-masing,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Hari Kartini IWK 2026, Ellnoviyanti Nine, menyampaikan apresiasi kepada sekitar 50 anggota panitia yang bekerja selama enam bulan. Ia menjelaskan bahwa panitia mengoptimalkan kolaborasi lintas latar belakang, mulai dari istri pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan.
Selain mempererat jejaring perempuan di lingkungan kampus, panitia juga menghadirkan narasumber kompeten agar peserta mendapatkan wawasan yang relevan dan aplikatif.
Edukasi Kesehatan dan Investasi Jadi Fokus Utama
Memasuki sesi inti, panitia membagi seminar ke dalam dua topik utama. Pertama, sesi kesehatan oleh Mira Mutiyani yang mengangkat pentingnya gaya hidup sehat dan vaksinasi.
Dalam sesi ini, dr. Femmy Nurul Akbar menegaskan bahwa perempuan perlu memandang kesehatan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kebutuhan sesaat.
Selanjutnya, sesi kedua mengulas literasi finansial oleh Atika Irawan. Dr. Ir. Subiakto menjelaskan strategi pengelolaan keuangan yang tepat, dimulai dari penentuan tujuan finansial.
“Dalam pengaturan keuangan, penting untuk mengetahui tujuan yang ingin dicapai sehingga bentuk investasi dan besarnya dapat disesuaikan,” ujarnya.
Ia kemudian memaparkan dua jenis instrumen investasi, yaitu aset riil dan aset keuangan. Ia mencontohkan emas sebagai aset riil yang relatif stabil, meskipun fluktuasi harga tetap perlu diperhatikan.
Selain itu, ia juga menyinggung properti sebagai sumber pendapatan pasif. Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa saham, obligasi, dan reksa dana menawarkan peluang keuntungan yang berbeda dengan tingkat risiko yang beragam.
“Setiap instrumen memiliki risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda. Karena itu, penting untuk mengelola kebutuhan keuangan serta melakukan diversifikasi investasi guna mencapai tujuan finansial,” jelasnya.
Perkuat Jaringan dan Pengalaman Peserta
Selain sesi utama, panitia juga menyemarakkan acara melalui penampilan line dance, pertunjukan angklung, serta pembagian door prize. Kemudian, peserta menikmati sesi ramah tamah, layanan vaksinasi, konsumsi bersama, hingga kunjungan ke bazar UMKM.
Dengan rangkaian tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman interaktif yang memperkuat jejaring sosial.
Melalui kegiatan ini, IWK ITB mendorong perempuan untuk terus berkembang, mandiri, dan berkontribusi aktif dalam keluarga maupun masyarakat.
Dengan demikian, peringatan Hari Kartini tidak berhenti pada seremoni, tetapi bergerak menjadi aksi nyata menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.
(naf/kho)




