JAKARTA, ifakta.co – Upaya efisiensi energi kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan energi nasional sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan. Pemerintah menilai bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

Salah satu kebiasaan yang terus digaungkan adalah penggunaan energi secara bijak di lingkungan rumah maupun kantor, seperti mematikan lampu ketika tidak digunakan. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini dinilai mampu memberikan dampak besar apabila dilakukan secara luas dan berkelanjutan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut menekankan pentingnya kesadaran tersebut, baik kepada pegawai di lingkungan kementerian maupun masyarakat umum.

Iklan

Dorong transisi energi dan pola kerja fleksibel

Selain mengajak masyarakat menghemat energi dalam aktivitas harian, Bahlil juga mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai salah satu solusi untuk mendukung efisiensi energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

Pesan tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial Kementerian ESDM, di mana Bahlil kerap menyampaikan imbauan langsung kepada jajaran pegawai terkait kedisiplinan penggunaan energi di lingkungan kerja.

Dalam salah satu pesannya, Bahlil menekankan pentingnya kebiasaan sederhana di kantor, termasuk memastikan lampu dimatikan saat aktivitas sudah selesai.

“Kalian kapan pulang? Pulang jam berapa? Kalau sudah tidak ada tamu dan mau pulang, jangan lupa matikan lampu,” ujar Bahlil.

Ia juga menyinggung penggunaan kendaraan listrik yang dinilai lebih hemat energi dan efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

“Sekarang pakai mobil listrik ya, biar hemat energi dan tidak perlu antre di SPBU,” tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah turut mendorong penerapan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya mengurangi mobilitas harian dan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi secara nasional.

Namun demikian, sektor energi menjadi pengecualian dalam kebijakan tersebut. Hal ini dikarenakan peran strategis sektor energi yang menuntut operasional tetap berjalan secara optimal, sehingga kehadiran langsung di lapangan maupun fasilitas kerja tetap diperlukan untuk menjaga kelancaran layanan.

(wli/wli)